Terpusat di Jawa, Program Mudik Gratis Nataru 2025 Dinilai Kurang Tepat

Ilustrasi mudik: Bus Damri melintas di Jalan Asia-Afrika, Kota Bandung, Jum'at (27/12). Foto: Dimas Rachmatsyah/ Jabar Ekspres
Ilustrasi mudik: Bus Damri melintas di Jalan Asia-Afrika, Kota Bandung, Jum'at (27/12). Foto: Dimas Rachmatsyah/ Jabar Ekspres
0 Komentar

“Program mudik gratis menggunakan bus tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa, namun berilah bantuan bus gratis ke Pulau Sumatera, terutama ke setiap kota/kabupaten di Provinsi Lampung,” bebernya.

Djoko mengungkapkan, tujuannya untuk mengurangi penggunaan sepeda motor menyeberang kapal dan pemerataan.

Hal itu dikarenakan saat menunggu masuk kapal penyeberangan, antrean sepeda motor bisa mencapai 1 kilometer lebih di malam hari.

Baca Juga:Pemenuhan Hunian MBR Tak Digarap Serius, Salah Satu Gedung di Kawasan Rusunawa Rancacili MangkrakLibur Nataru, Lonjakan Penumpang Terjadi di Terminal Cicaheum

“Sudah saatnya mudik gratis diarahkan ke Lampung. Mudik motor gratis di Jawa tidak diperlukan lagi,” ungkapnya.

Djoko memaparkan, jika melihat fakta dan data di lapangan, rata-rata warga di Pulau Jawa setiap rumah tangga sudah memiliki sepeda motor.

Selain itu, jarak dari stasiun atau terminal bus ke tujuan tidak begitu jauh, masih tersedia moda lanjutan cukup banyak di Jawa.

“Minimal bisa dijemput keluarganya menggunakan sepeda motor. Lain halnya di Lampung, setelah tiba di ibukota kabupaten, masih melanjutkan lagi dengan sepeda motor yang jaraknya masih cukup jauh. Dan di sana masih minim angkutan umum,” paparnya.

“Maka dari itu, pemerintah harusnya menyelenggarakan mudik gratis tidak hanya berdasarkan angka statistik hasil survey, namun harus melihat fakta di lapangan,” pungkas Djoko. (Bas)

0 Komentar