JABAR EKSPRES – Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Rancacili, Derwati, Kota Kembang merupakan proyeksi Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung guna memenuhi kebutuhan hunian Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Selain itu, hal ini sebagai bentuk upaya Pemkot Bandung dalam merevitalisasi kawasan kumuh yang mengular diberbagai wilayah Kota Kembang.
Di tengah tingginya animo masyarakat dalam memburu hunian murah, proyek ini tak digarap secara serius. Bahkan terlihat salah satu gedung di Rusunawa Rancacili tengah dalam kondisi terbengkalai.
Baca Juga:Libur Nataru, Lonjakan Penumpang Terjadi di Terminal CicaheumRefleksi Akhir Tahun, Fraksi PPP DPRD Jabar Desak Merger BUMD yang Tidak Produktif
Merujuk pada LPSE Kota Bandung Tahun 2023, Pemkot menggelontorkan anggaran guna pembangunan apartemen rakyat Rancacili Cross 1 Tahap 3 sebesar Rp 34,3 miliar. Namun tak dijelaskan secara gamblang letak posisi proyek yang bakal di bangun.
Salah satu warga yang bermukim di kawasan tersebut, Apep (38) menyebutkan, sejatinya tak pernah ada progres guna perampungan proyek terbengkalai tersebut. Diakuinya, gedung berbentuk oval itu telah lama mangkrak.
“Belum ada pembangunan lagi. Gatau dilanjutnya juga kapan. Saking lamanya gak di garap, jadi udah gapernah ada info-info lagi,” katanya kepada Jabarekspres, Jumat (27/12).
Selain itu, Apep juga merupakan eks gusuran di wilayah Kiaracondong yang dipindahkan ke rusunawa Rancacili. Kala itu, Pemkot Bandung mengiming-imingi akan dibangunkan apartemen rakyat di wilayah Paldam.
“Dijanjikan waktu itu di Paldam jadi hak milik. Cuman sampai sekarang gak ada juga tuh,” katanya.
Namun melihat realitas yang terjadi sekarang, potret mangkraknya salah satu bangunan di Rusunawa Rancacili jadi bukti ketidakseriusan Pemkot Bandung dalam hal menyediakan hunian layak dan murah.
“Jadi tong boro paldam yang belum ada wujudnya. Ini aja satu gak jadi-jadi,” ungkapnya
Baca Juga:Sepi Pengunjung, Pj Wali Kota Cimahi Wajibkan ASN Belanja di Pasar TradisionalAmunisi Tambahan Jelang Melawat ke Solo, Persib Siap Lanjutkan Tren Kemenangan
Di tempat yang sama, tokoh masyarakat sekitar, Usep Affandi (44) menyebut, proyek pembangunan Rusunawa Rancacili kerap mengalami progres tiap tahunnya. Namun diakuinya, untuk gedung yang satu ini belum ada tindak lanjut hingga hingga sekarang.
“Kalau gak salah pertama itu dibangun di tahun 2008-2009, rampung satu gedung. Lanjut lagi tahun 2012 gatau 2013 bangun, jadi tahun 2015 akhir. 2017 yang bulat itu jadi, cuman yang satunya ini gatau kenapa gak jadi-jadi,” katanya.
