JABAR EKSPRES – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung, buka suara terkait Kota Kembang yang sering duduki posisi teratas terkait buruknya kualitas udara di laman IQAir.
IQAir sendiri merupakan laman yang fokus memberikan informasi terkait Indeks Kualitas Udara (AQI), dan kategori polusi udara diseluruh belahan dunia.
Kepala DLHK Kota Bandung, Dudy Prayudi menyebut, dirinya tak mengetahui pasti terkait kevalidan penghitungan AQI Kota Kembang yang kerap dibagikan di laman IQAir. Sebab, lewat data yang dihimpun oleh pihaknya, level AQI Kota Bandung kerap berada di kategori sedang.
Baca Juga:Sikapi Polemik Premanisme, DPRD Kota Bogor Rumuskan 5 Rekomendasi Terkait Pedagang Jalan MerdekaKemendag Sita Baja Lembaran Lapis Tak Sesuai SNI Senilai Rp23 Miliar
“Itu menunjukkan rata-ratanya sedang. Nah, sementara kami tidak tahu alat ukur yang dipakai oleh mereka, di tempatkan dimanapun kami belum tahu,” kata Dudy.
“Sehingga kami juga belum bisa memastikan apakah alat tersebut itu valid untuk menyatakan bahwa kondisi kota Bandung itu seperti yang mereka sampaikan,” tambahnya.
Namun dirinya tak menampik bahwa betul sumber polutan tertinggi di Kota Kembang disebabkan oleh sektor transportasi. Menurutnya, hal tersebut disebabkan oleh banyaknya kendaraan yang masih menggunakan bahan bakar.
“Kalau sumber polutan khususnya untuk udara yang pertama adalah dari sektor transportasi. Karena semakin banyak kendaraan yang berbahan bakar fuel itu akan meningkatkan emisi,”
Posisi kedua disebabkan oleh industri-industri yang masih menggunakan batu bara sebagai bahan bakarnya. Diakui Dudy, pihaknya rutin melakukan pengawasan guna memastikan emisi yang dibuang masih diambang batas batumukunya.
“kita melakukan pengawasan, pengujian terhadap cerobong-cerobong yang dipenuhi oleh emisi tersebut. Ini untuk memastikan bahwa emisinya masih dalam batas ambang bakumutunya,” ucapnya.
Selain itu, guna terus mempertahankan kualitas udara di Kota Bandung, pihaknya rutin melakukan uji emisi kendaraan yang kerap dilakukan setiap bulannya.
Baca Juga:Griya Rumah Anak Memprihatinkan, Komisi 5 DPRD Jabar Maulana Yusuf Erwinsyah: Fasilitas hingga Anggaran Jadi PermasalahanSambut Libur Nataru, BRI Siapkan Uang Tunai Rp24,6 Triliun
“Tiap bulan kita melakukan uji emisi untuk kendaraan. Jadi memastikan bahwa kendaraan yang beroperasi di Kota Bandung ini sudah lulus uji emisinya,” ungkapnya .
