Keterbatasan Lahan Jadi Kendala Utama, Pemkot Cimahi Upayakan Peningkatan Sanitasi di Masyarakat

Pj Wali Kota Cimahi, Dicky Saromi saat Meninjau Sanitasi di RW 04 Kelurahan Baros, Cimahi Tengah (mong)
Pj Wali Kota Cimahi, Dicky Saromi saat Meninjau Sanitasi di RW 04 Kelurahan Baros, Cimahi Tengah (mong)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Cimahi terus berupaya meningkatkan sanitasi masyarakat. Dari 124.000 rumah tangga di Cimahi, tercatat 18.000 di antaranya atau sekitar 14 persen  belum memiliki fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) yang layak dan aman.

Salah satu wilayah dengan persoalan sanitasi tersebut adalah Kelurahan Baros. Dari total 4.089 rumah, sebanyak 129 rumah belum memiliki septic tank yang aman dan layak.  Bahkan, beberapa saluran pembuangan tinja masih mengalir langsung ke saluran air atau sungai.

“Masih ada kendala terkait ketersediaan ruang dan hambatan fisik di lapangan yang membutuhkan rekayasa atau engineering dalam penanganannya,” ungkap Dicky kepada awak media.

Baca Juga:UMSK 2025 Resmi Ditetapkan! Bey Machmudin: Hanya Kabupaten Subang dan Kota DepokPemerintah Resmikan Dua Rusunawa Rancaekek dan Solokan Jeruk, Fokuskan Relokasi Warga dan Peningkatan Kesejahteraan

Untuk mengatasi masalah tersebut, Pemkot Cimahi melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) memprioritaskan pembangunan sanitasi masyarakat berbasis DAK.

“Saya melihat pembangunan septic tank di sini sudah dilakukan dengan baik, sesuai dengan peruntukannya,” ujar Dicky.

Ia juga menyoroti perbaikan saluran air yang kini lebih bersih dan nyaman.

“Dampak dari sanitasi yang baik adalah tidak tercemarnya sungai dengan buangan tinja,” jelasnya.

Pemerintah Kota Cimahi terus menjadikan sanitasi sebagai salah satu program prioritas, khususnya untuk memastikan seluruh fasilitas MCK masuk dalam kategori layak dan aman.

“Sebagian besar masyarakat Cimahi sebenarnya sudah memiliki MCK yang layak, tetapi masih ada sekitar 14% yang belum memenuhi kategori tersebut. Ini yang harus kita benahi,” tegas Dicky.

Dicky menambahkan, pembenahan sanitasi akan memberikan manfaat besar bagi kebersihan dan kesehatan lingkungan, terutama di tingkat rumah tangga.

Baca Juga:Walhi Sebut Banjir Bandang Sukabumi Akibat Hancurnya Hutan oleh Tambang, Sejumlah Perusahaan Dituding Jadi Faktor PenyebabNyaris Menimpa Pejabat! Angin Kencang Robohkan Videotron Saat Peresmian Rumah Susun di Rancaekek

Terkait alokasi dana, Dicky menjelaskan bahwa Pemkot Cimahi memanfaatkan berbagai sumber pendanaan, seperti Dana Alokasi Khusus (DAK), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), serta Corporate Social Responsibility (CSR) dari bank seperti BJB, Mandiri, dan Kementerian Pekerjaan Umum.

0 Komentar