Daerah Cimanggung 90 Persen Rawan Bencana, BPBD Sumedang Bersama Seluruh Kades dan Forkopimcam Lakukan Mitigasi

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Sumedang, Atang Sutarno (tengah) saat foto bersama Forkopimcam Cimanggung usai paparkan mitigasi bencana. (Yanuar/Jabar Ekspres)
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Sumedang, Atang Sutarno (tengah) saat foto bersama Forkopimcam Cimanggung usai paparkan mitigasi bencana. (Yanuar/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang, lakukan upaya mitigasi bencana dengan melibatkan seluruh kepala desa serta Forum Koordinator Kecamatan (Forkopimcam) Cimanggung.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Sumedang, Atang Sutarno mengatakan, dalam mitigasi bencana yang perlu diperhatikan di wilayah Kecamatan Cimanggung ada dua yang dinilai mengancam warga.

Oleh sebab itu, sosialisasi dan edukasi perlu disampaikan guna masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan, dalam menghadapi bencana.

Baca Juga:Bupati Bandung Siap Dukung Penuh Target KONI Raih 100 Medali Emas di Porprov 2026, Asalkan Tertib AdministrasiMenilik Kegiatan P5 Kewirausahaan di SMAN 21 Bandung

Sedangkan untuk daerah yang rawan mengalami luapan air alias banjir bandang, yakni Desa Sindangpakuon, Cihanjuang dan sebagian Desa Sawahdadap.

Selain itu, Kalak BPBD Sumedang mengingatkan ancaman Gempa Megathrust, yang sampai saat ini cukup menghantui masyarakat.

Melalui informasi yang dihimpun Jabar Ekspres, munculnya kembali pembahasan potensi gempa di zona Megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberut, sebenarnya tidak ada kaitannya secara langsung dengan peristiwa gempa kuat 7,1 magnitudo, yang berpusat di Tunjaman Nankai dan mengguncang Prefektur Miyazaki Jepang.

0 Komentar