Indonesia-Australia Jalin Kerjasama Pengelolaan Limbah Mandiri Berbasis Ekonomi Sirkular di Desa Padamukti

Petugas TPS3R di Desa Padamukti, Kecamatan Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung saat melakukan pengolahaan sampah. Foto Agi
Petugas TPS3R di Desa Padamukti, Kecamatan Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung saat melakukan pengolahaan sampah. Foto Agi
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Desa Padamukti, Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung menjadi salah satu tempat untuk mendorong pengelolaan limbah secara mandiri yang ada di sekitar di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum.

Ini juga merupakan inisiatif dari Program Citarum Action Research Project (CARP) yang melibatkan kolaborasi antara Indonesia dan Australia yang dimulai sejak 2019.

Sehingga hal tersebut bisa memberdayakan masyarakat dalam mengoperasikan fasilitas pengelolaan limbah berbasis ekonomi sirkular atau yang disebut Tempat Pengelolaan Sampah Reuse-Reduce-Recycle (TPS3R).

Baca Juga:Pilkada 2024: Bawaslu Fokus pada Pengawasan Cyber dan TPS RawanBerkat Kegiatan Ini, Pemkot Klaim Banjir di Bandung Lebih Cepat Surut

Tak hanya itu, Proyek yang didukung KONEKSI yang merupakan inisiatif kolaboratif di sektor pengetahuan dan inovasi yang mendukung kemitraan antara organisasi Australia dan Indonesia untuk kebijakan dan teknologi yang inklusif dan berkelanjutan sejak tahun 2023.

Tentunya diharapkan dapat direplikasi di daerah aliran sungai (DAS) lainnya di Indonesia, khususnya di Kabupaten Bandung.

Peneliti utama riset dari Monash University (Australia), Diego Ramirez-Lovering menjelaskan bahwa pendekatan inovatif ini sangat penting untuk mewujudkan visi menciptakan sungai yang bersih, sehat, dan produktif.

“Tujuan kita jelas untuk mencapai zero waste dan merehabilitasi sungai demi masa depan yang berkelanjutan,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Sabtu (16/11/2024).

Diego menambahkan untuk mencapai hal tersebut, menurutnya semua elemen perlu bersatu untuk dapat menyelesaikan tantangan besar ini.

Meskipun saat ini baru permulaan di satu Desa, namun pihaknya berencana akan mengembangkan project ini di semua desa yang ada di sekitar DAS Citarum.

“Tapi sekarang ada banyak elemen lain yang akan datang, dan kami mencoba mengembangkan suatu model untuk satu desa yang dapat diperluas ke lebih dari enam ratus desa di Citarum,” katanya.

Baca Juga:Survei Dedi – Erwan Moncer di Pilgub Jabar, Ace Hasan Syadzily: Optimis Menang!Jadi Ajang Konsolidasi, HUT Golkar Ke- 60 di Saparua Meriah!

Dirinya juga berharap untuk mengatasi tantangan yang sangat kompleks ini diperlukan dorongan dari Pemerintah, baik itu Provinsi dan Daerah.

“Memang ini melibatkan banyak pemangku kepentingan, dan kami sangat berterima kasih kepada, Pemerintah Indonesia, komunitas, dan para akademisi yang telah membuat proyek ini menjadi mungkin. Satu-satunya alasan ini mungkin adalah karena ini terintegrasi,” ungkapnya.

Tak hanya pengelolaan limbah sampah yang mandiri, Proyek CARP ini juga membangun Ekowisata Berbasis Air dan toilet daur ulang yang berada di Desa Cibodas.

0 Komentar