JABAR EKSPRES – Kota Banjar mulai mengalami masalah darurat sampah yang bisa menjadi ancaman serius ke depan. Pasalnya, produksi sampah di Kota Banjar saat ini mencapai angka 84 ton per hari.
Sementara, kapasitas penampungan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cibeureum hanya 38 ton per hari. Bahkan, baru sekitar 12 ton yeng terkelola dengan baik.
Ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara volume sampah yang dihasilkan dengan kemampuan pengelolaannya.
Baca Juga:Kreatif! Warga Sambut Heboh Dokter Rayendra Pakai Poster Tulisan TanganJanji Tindak Hakim Agung jika Terbukti Telibat di Kasus Ronald Tannur, KY: Kami Tidak Bisa Proaktif
Untuk itu, Cecep menyarankan perlunya sosialisasi mengenai penanganan sampah ini, dimulai dari tingkat rumah tangga. “Kita harus mulai memasifkan sosialisasi penanganan sampah dari mulai rumah-rumah, karena ke depan kita harus memaksimalkan pengolahan dengan teknologi,” jelasnya.
Adapun sebagai upaya mencari solusi, Komisi III DPRD Banjar telah melakukan pengecekan langsung ke tempat pengolahan sampah yang menggunakan teknologi modern di wilayah Purwaharja, yang dikelola oleh pihak swasta.
Sementara itu, Detla Noval, pengelola KAMISAMA, menjelaskan bahwa kawasan tersebut menjadi solusi untuk pengolahan sampah yang tidak masuk ke TPA milik pemerintah.
“Pola KAMISAMA adalah pola pengelolaan sampah yang menerapkan program kawasan pengelolaan sampah terpadu dengan menggunakan teknologi tepat guna yang ramah lingkungan,” ungkapnya.
