JABAR EKSPRES – Saat ini, penipuan berkedok investasi semakin marak, salah satunya adalah aplikasi AEG. Meskipun saya sudah membahas aplikasi ini sekitar dua bulan yang lalu, dan menduga aplikasi ini adalah scam, kenyataannya aplikasi ini masih beroperasi hingga sekarang.
Salah satu alasan mengapa aplikasi AEG masih berjalan adalah karena masih banyak orang yang mendaftar dan melakukan deposit. Kondisi ini memperpanjang umur aplikasi tersebut.
AEG bahkan sudah muncul di Play Store dengan nama baru, Igis, dan telah diunduh oleh lebih dari 5.000 pengguna dengan rating 4,6 bintang. Namun, perlu diingat bahwa kehadiran aplikasi di Play Store bukan jaminan bahwa aplikasi tersebut aman digunakan.
Baca Juga:Mengungkap Penipuan Aplikasi TRX Trading Penghasil Uang yang Sebentar Lagi Scam!Pastikan Infrastruktur IKN Berkualitas, PUPR Tingkatkatkan SDM Konstruksi Nasional Lewat Sertifikasi Onsite
Aplikasi seperti ini membayar penggunanya dari deposit pengguna lainnya. Uang hanya berputar dari satu anggota ke anggota lainnya, sementara pengembang aplikasi menikmati keuntungannya. Minimal deposit yang diperlukan adalah Rp150.000, dengan biaya penanganan 5%.
Aplikasi ini juga menawarkan sistem referal yang hanya menguntungkan pengguna yang bergabung lebih awal. Komisi referal dibagi menjadi tiga level: level pertama 10%, level kedua 3%, dan level ketiga 2%. Misalnya, jika orang yang Anda undang di level pertama mendepositkan Rp1.000.000, Anda akan langsung mendapatkan Rp100.000.
Ada juga bonus mingguan bagi pengguna yang berhasil mengundang hingga 50 investor baru, senilai Rp50.000. Namun, mengundang orang ke aplikasi ini sama saja dengan mengajak mereka ke jalan yang salah, karena ini adalah penipuan.
Sulit untuk menentukan kapan aplikasi ini akan scam, namun seiring bertambahnya korban dan berkurangnya pendaftar baru, cepat atau lambat aplikasi ini pasti akan hilang, meninggalkan banyak korban, terutama anggota baru.
