JABAREKSPRES.COM, BANDUNG – Masa pendaftaran pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur untuk Pilkada Jabar 2024 tinggal menghitung hari. Tapi, sampai saat ini belum ada koalisi ataupun pasangan kandidat yang resmi terbentuk.
Guru Besar sekaligus Pengamat Politik Unpad Prof. Muradi menilai fenomena itu terjadi karena faktor kehati-hatian dari partai politik. Selain itu, partai politik juga cenderung memperhatikan pertimbangan pragmatis dari pada pertimbangan ideologis dalam menentukan kandidat yang akan diusung.
Selanjutnya, Muradi menilai bahwa partai politik juga tengah menganalisa agar tidak salah langkah dalam mengambil keputusan. “Mereka cenderung melihat potensi menang dalam pembentukan koalisi,” tandasnya.
Baca Juga:Dikdik Siap Maju di Pilkada Kota Cimahi Setelah Lepas Jabatan SekdaPersiapan Matang Hadapi Pilkada Cimahi, Dikdik: Harus ada Perubahan
Muradi menambahkan, pilihan partai itu akan berbeda bagi partai politik yang memang sudah berseberangan dengan gerbong Ridwan Kamil. Misal PDIP yang nampaknya tidak akan mendukung kandidat yang berada di gerbong atau pilihan Jokowi. Atau PKS yang memang nampak berseberangan.(son)
