Dinilai Tak Efektif, Dewan Minta Penggunaan Aplikasi Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit Dibenahi

Ilustrasi: Masyarakat mengakses aplikasi Sisrute menggunkan gawai. (Pandu Muslim/Jabar Ekspres)
Ilustrasi: Masyarakat mengakses aplikasi Sisrute menggunkan gawai. (Pandu Muslim/Jabar Ekspres)
0 Komentar

BANDUNG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung soroti soal penggunaan aplikasi Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi (Sisrute), yang dinilai tak efektif guna rujukan pasien antar rumah sakit, Selasa (28/5/2024).

“Sisrute ini jarang ada yang berhasil, semua pegawai rumah sakit berlindung dan berkelit di Sisrute ini. Pasien kan tidak memahami akan hal ini. Jadi, seperti belum ada jawaban dari rumah sakit rujukan,” kata Andri kepada Jabar Ekspres, Selasa (28/5) 

Oleh karena itu, dirinya menyinggung soal rumitnya pelayanan kesehatan yang menyebabkan masyarakat pontang-pontang mengurus administrasi. Padahal, rumah sakit merupakan pion dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi warga Kota Bandung.

Baca Juga:Jelang Pelaksanaan PPDB Tahap 1, Disdik Jabar terus Lakukan Berbagai PersiapanGaji Pekerja Bakal Dipangkas untuk Tapera, Jokowi: Semua Sudah Dihitung

“Alhasil, masyarakat jadi korban di pontang-panting oleh pengurusan segala bentuk administrasi,” ungkapnya

Dirinya berharap, baik Dinas Kesehatan Kota Bandung, BPJS, dan Rumah Sakit bisa memberikan faskes mumpuni, tanpa mempersulit pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

“Kami minta komitmen Dinkes, BPJS, dan Rumah sakit harus dibangun untuk melayani pasien siapapun tanpa pamrih, tanpa mempersulit, tetapi harus membantu mengedukasi, mengantarkan pasien dari masuk RS sampai keluar rumah sakit,” pungkasnya. (Dam)

0 Komentar