Kisah Penjual Bunga Tabur Dapat Untung di Hari Raya Idul Fitri

JABAR EKSPRES – Jejen (55 tahun) seorang penjual bunga yang biasa dipakai untuk ziarah kubur (rampe), mengaku ketiban untung saat momen Idul Fitri 1445 Hijriah kemarin.

Ia berjualan di tempat pemakaman umum (TPU) Taman Bahagia Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi. Jejen mengaku bisa meraup omset ratusan ribu saat momen lebaran 2024 hingga 7 hari lamanya.

“Kalo ini mah moment tiap taur tradisi nyekar atau ziarah kubur, memang suka ramai. Jadi dapet per hari bisa 250 ribu sampai 500 ribu kalau lebaran gini,” ujarnya saat ditemui Jabar Ekspres.

BACA JUGA: Ujian Kesetiaan Diri & Pacar via Link Google Form 2024, Apakah Mudah Tergoda?

Jejen mengaku bahwa dirinya sudah berjualan selama 22 tahun lamanya, atau sejak tahun 2002. Ia mengatakan bahwa moment lebaran itu juga kerap digunakan masyarakat sekitar yang jual bunga untuk ziarah secara dadakan.

“Abdi atos (saya sudah) 22 tahun jualan di Taman Bahagia. Pendapatan ya lumayan, kadang masyarakat juga dadakan pada jualan karena lumayan hasilnya,” katanya.

Menurut Jejen, momen ramainya orang untuk ziarah kubur atau nyekar tersebut tak bertahan lama dan hanya momen hari-hari besar saja, seperti saat masa lebaran seperti sekarang.

BACA JUGA: Harga Pangan Hari Ini Senin, 15 April 2024: Daging Ayam, Cabai Merah Keriting dan Cabai Rawit Merah Turun!

“Itu biasanya suka seminggu bertahan (omset naik) biasanya nanti kesana landai lagi untuk pendapatan,” imbuhnya.

Jejen juga mengungkap bahwa omset per hari di hari-hari biasa hanya berkisar puluhan ribu, berbeda dengan momen Idul Fitri seperti sekarang atau hari besar lainnya.

“Kalo hari biasa paling 50 ribu untuk pendapatan, saya jual bunga  bervariasi mulai dari 5 ribu ke atas itu bisa. Ada air bunga juga, ada air yang sudah dibacakan surat yasin,” tutupnya. (RAS)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan