JABAR EKSPRES – Peristiwa yang menimpa dua remaja tenggelam di Situ Cileunca, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung masih dilakukan pencarian.
Pasalnya, setelah dua hari berlalu pencarian terhadap dua remaja tersebut belum ada titik terang, keberadaan mereka masih belum ada titik terang.
Hari kedua pencarian terhadap dua remaja yang tenggelam di Situ Cileunca tersebut, bahkan tim gabungan melakukan penyelaman untuk mencari keberadaan mereka.
Baca Juga:Selama Arus Mudik 2024, Ada 12 Kecelakaan di Kota CimahiMaling Motor di Cisarua Sukabumi, Aksi Pelaku Terekam CCTV
Tim gabungan dalam upaya mencari kedua anak yang tenggelam danĀ merupakan pelajar itu, melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Basarnas, Polisi, TNI dan didukung juga oleh Tagana, Palang Merah Indonesia (PMI) hingga para relawan.
Tim search and rescue (SAR) gabungan terus menyusuri kawasan Situ Cileunca. Mereka pun dilengkapi peralatan salah satunya perahu karet.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung, Beny Sonjaya mengatakan, proses pencarian dilakukan tim gabungan secara maksimal.
“Sejak Rabu (11 April 2024) sampai Kamis (11 April 2024) kemarin, pencarian yang dilakukan tim gabungan masih belum menemukan kedua korban,” kata Beny, Jumat (12/4).
Menurutnya, pencarian tak cukup menggunakan perahu karet, sehingga penyusuran pun dilakukan dengan cara menyelami Situ Cileunca oleh tim penyelam Basarnas dan Brimob Jabar.
Dalam pencarian para korban, tim gabungan menyusuri kawasan perairan Situ Cileunca. Namun masih belum ada tanda-tanda kedua korban yang tenggelam ditemukan.
Beny menjelaskan, pencarian sempat dihentikan karena tim gabungan kesulitan untuk bergerak di malam hari.
Baca Juga:H+3 Idul Fitri, Volume Kendaraan di Cimahi MeningkatVolume Kendaraan Meningkat, Kemacetan Sempat Terjadi di Jalur Mudik Lebaran 2024
“Dari proses pencarian yang dilakukan, hingga kemarin, kedua anak remaja tersebut masih belum juga ditemukan,” jelasnya.
Melalui informasi yang dihimpun Jabar Ekspres, kedua korban yang tenggelan di Situ Cileunca itu, bernama Dede alias Grandong (13), berstatus pelajar yang diketahui merupakan warga Kampung Cibuluh, Desa Pulosari, Kecamatan Pangalengan.
Seorang remaja lain yang diketahui bernama sama, yakni Dede (13) warga Kampung Pasirmulya, Desa Margamulya, Kecamatan Pangalengan.
Keduanya tenggelam saat di tengah situ menggunakan rakit. Diduga, rakit yang mereka gunakan terbalik sekira pukul 13.30 hingga 17.00 WIB, sehingga membuat dua remaja tersebut tenggelam pada Rabu, 10 April 2024.
Setelah satu hari pencarian, kedua korban tenggelam tersebut masih belum ada titik terang, tim SAR gabungan tengah berupaya menemukan mereka.
