Ada 2.098 Kasus DBD di Kota Bandung, Kenali Gejala yang Dulu dan Kini

JABAR EKSPRES – Dalam beberapa waktu terakhir, kasus demam berdarah dengue (DBD) meningkat di Jawa Barat, terutama Kota Bandung. Hal ini sebagaimana yang diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Anhar Hadian.

Menurut Anhar, gelaja DBD saat ini berbeda dengan yang dulu. Seperti yang diketahui, gejala umum DBD adalah demam mendadak, sakit kepala, nyeri belakang bola mata, mual dan muntah, manifestasi perdarahan seperti mimisan atau gusi berdarah, kulit ruam kemerahan, dan nyeri otot, tulang, dan sendi. Selain itu, munculnya bintik kemerahan di kulit penderitanya.

Akan tetapi, mayoritas kasus DBD di Kota Bandung yang terjadi belakangan ini tidak menunjukkan hal yang demikian.

“Gejalanya itu demam tidak kunjung sembuh. Dan tidak ada gejala bintik merah. Ini yang perlu diwaspadai,” ucapnya, dilansir dari Pemkot Bandung.

BACA JUGA: Per 20 Maret 2024, Kasus DBD di Jabar Melonjak Hingga 11 Ribu Orang

Dia mengkhawatirkan, gejala DBD yang baru ini muncul seperti flu biasa. Hal ini membuat para pengidap hanya menganggap flu biasa.

“Jadi gejalanya demam. Dua-tiga hari naik, turun sedikit, naik lagi. Perbedaannya dengan flu, jika flu, itu saat diberi paracetamol, istirahat yang cukup dan makan yang banyak, itu akan kembali pulih. Nah, kalau DBD ini setelah dua-tiga hari, dia tidak membaik,” jelasnya.

Maka dari itu, Kadinkes Kota Bandung itu mengimbau kepada masyarakat yang mengalami demam yang tak kunjung sembuh selama 2 hari untuk mengakses layanan kesehatan.

“Kalau sudah 2 hari seperti itu (menunjukkan gejala demam dengan suhu naik-turun-naik) waspada.  Langsung dibawa ke Puskesmas saja. Jangan menunggu semakin parah,” imbaunya.

“Hingga 22 Maret 2024, kasus DBD di Kota Bandung mencapai angka 2.098. Ini data kumulatif hingga Jumat,” lanjutnya. (Fizh)

BACA JUGA: Dinkes Jabar: Perlu 60 Persen Nyamuk Wolbachia untuk Tekan DBD di Suatu Daerah

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan