Bima Arya Minta Direksi Baru Perumda PPJ Pelototi Proses Revitalisasi Pasar

JABAR EKSPRES – Baru-baru ini, Wali Kota Bogor, Bima Arya resmi melantik Direksi Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) periode 2024-2029  dan berharap proses revitalisasi sejumlah pasar di ‘Kota Hujan’ dapat dipercepat.

Ketiga direksi perusahaan plat merah yang dilantik di Pasar Jambu Dua tersebut di antaranya Jenal Abidin sebagai Direktur Utama (Dirut), Abdul Haris Maraden sebagai Direktur Operasional (Dirops) dan Syamsudin sebagai Direktur Umum (Dirum).

“Direksi ini adalah simbol regenerasi dan kaderisasi. Saya ingin agar Perumda PPJ ini memiliki sistem yang kokoh makanya ada dua sosok internal,” kata Bima Arya dikutip Jumat, (8/3).

BACA JUGA: Apakah Aplikasi ADIDSCCVIP Ini Benar-Benar Legit atau Hanya Sebuah Modus Penipuan?

Ia menjelaskan, bahwa keputusan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang kondisi pasar di antara para pemimpin perusahaan.

“Pak Jenal sendiri berasal dari Dirum (Direktur Umum Perumda PPJ), pak Haris Maraden juga sebelumnya manager di Perumda PPJ, jadi saya ingin ada kaderisasi karena biar paham kondisi pasar seperti apa,” tuturnya.

Selain itu, pengalaman sebelumnya dari Direktur Umum Samsudin dalam berkomunikasi dengan berbagai pihak, termasuk masyarakat dan pengembang, dianggap sebagai aset penting.

“Juga ada pak Samsudin yang mempunyai pengalaman sebelumnya untuk melakukan komunikasi dengan semua stakeholder, dengan masyarakat, kemampuan sosialisasi dan kemampuan membangun sistem,” imbuh Bima.

BACA JUGA: Kemenag Jelaskan Soal Pentingnya Sidang Isbat Awal Ramadhan, Syawal, dan Zulhijjah

Menurutnya, membangun komunikasi yang baik dengan semua stakeholder sangatlah penting terutama pedagang. Hal itu untuk memastikan bahwa mereka tidak terpinggirkan atau dirugikan dalam proses revitalisasi.

“Bangun komunikasi sebaik baiknya. Pedagang harus dimuliakan, komunikasi dengan pengembang dan pengelola pasar agar pedagang betul-betul mendapatkan fasilitas yang layak, sehingga nyaman ditempat yang baru,” tegasnya.

Bima Arya juga meminta agar Perumda PPJ memantau stabilitas harga terutama selama bulan Ramadhan, dengan fokus khusus pada harga beras.

Langkah-langkah preventif harus diambil untuk mengantisipasi potensi kekurangan stok.

“Kita ekstra fokus disitu untuk bisa mengantisipasi apabila terjadi kekurangan stok,” tekannya.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan