JABAR EKSPRES – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) melakukan persiapan menjelang bulan Ramadan.
Persiapan ini bertujuan untuk mengantisipasi keberadaan pedagang kaki lima, khususnya pedagang yang beroperasi secara dadakan dan dapat mengganggu ketertiban umum terkait penggunaan fasilitas umum.
Kepala Bidang Ketertiban Umum Satpol PP Kota Cimahi, Sumanto mengatakan, langkah penertiban yang dilakukan terutama ditujukan untuk mengatasi penjualan barang di trotoar dan di jalan yang mengganggu lalu lintas. Penertiban ini tidak bermaksud melarang berdagang, namun mengajak para pedagang untuk berjualan di lokasi yang telah ditetapkan dan diizinkan.
Baca Juga:Disatroni Maling Saat Rumah Sedang Sepi, Uang Senilai Rp 60 Juta Hilang di Kampung Ciburial SoreangSoal Keracunan Siswa, Pj Bupati KBB Minta Disperindag Tarik Jajanan Merk Daya
“Kami sudah mempersiapkan pasukan-pasukan untuk mengamankan itu di wilayah Cimahi khususnya,” ungkapnya pada awak media saat ditemui di Kantor Satpol PP Kota Cimahi pada Kamis, 29 Februari 2024.
Sumanto menjelaskan, lokasi yang akan disosialisasikan untuk pedagang kaki lima (PKL) adalah sekitar alun-alun Cimahi, jalan Gatot Subroto, Melong, dan jalan Raden Demang.
“Kaitannya dengan bareng dengan pasar kaget dan pasar tumpah, itu akan kami tertibkan menjelang bulan Ramadhan,” jelasnya.
Di Cimahi lanjut Sumanto, alun-alun menjadi tujuan utama masyarakat untuk berkumpul selama waktu ngabuburit. Kami perlu mengantisipasi kehadiran pedagang dan pengunjung di sana untuk memastikan kelancaran aktivitas.
“Terutama pasar tumpah suka memakan jalan, tapi kami bekerja sama dengan pihak-pihak pengelolanya supaya ketertiban itu di jaga dan tidak menggangu masyarakat,” kata Sumanto.
Selama bulan puasa, Satpol PP melakukan pemantauan wilayah secara terus-menerus. Tujuh hari sebelum Hari Raya Idul Fitri, dengan mendirikan posko pengamanan di alun-alun.
Sumanto membeberkan kendala setiap tahun, kenaikan harga merupakan kendala yang tidak dapat dihindari, yang berdampak secara signifikan pada ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, momen puasa sering dimanfaatkan untuk meningkatkan usaha dan pendapatan.
Baca Juga:Kamrussamad: Berhasil Unggul Prabowo Gibran dan Pertahankan 2 Kursi DPR Jabar-3Si Jago Merah Mengamuk di Pabrik Tekstil PT Kahatex, Ini Kesaksian Warga
“Malah sekarang diperkirakan lebih banyak pedagang dari pada pembeli, ini barangkali yang mempengaruhi tingkat intensitas masyarakat untuk berdagang pasti disembarang tempat yang penting laku,” ungkapnya.
Sumanto mengimbau kepada masyarakat untuk memastikan bahwa kegiatan dagang tidak mengganggu, terutama di fasilitas umum. Kesemrawutan dapat terjadi jika tidak ada upaya untuk menertibkan kegiatan tersebut.
