JABAR EKSPRES – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai berkoordinasi dengan sejumlah pihak seperti Badan Urusan Logistik (Bulog), terkait kelangkaan beras di pasaran khususnya ritel.
Sebab menurut Penjabat (Pj) Gubenur Jabar, Bey Triadi Machmudin, Harga Eceran Tertinggi (HET) khususnya jenis beras medium dan premium juga mengalami kenaikan.
“Terkait beras memang HET (Harga Eceran Tertinggi) nya sudah naik di pasaran tapi ya minimal tidak langka. Dan kami juga (Pemprov Jabar) sudah berkoodinasi dengan Bulog,” ujarnya, Kamis (15/2).
Baca Juga:Kelangkaan Beras di Toko Ritel, Masyarakat Diminta Jangan PanikPuluhan Relawan Pejuang Prabowo Gibran Sujud Syukur Atas Hasil Quick Count
Noneng menuturkan untuk ketersediaan beras di pasar tradisional sampai saat ini masih dipastikan aman.
“Stok masih tersedia (di pasar tradisional), namun harga cukup tinggi sudah di atas HET, karena ritel tidak bisa menjual di atas HET,” imbuhnya
Sebelumnya, di Pasar tradisional Ujungberung, Kota Bandung, kelangkaan mulai melanda komoditi beras berjenis medium. Hal tersebut disinyalir telah terjadi selama sepekan terakhir.
Bahkan, menurut salah satu Pedagang Beras, Andi Nopriansyah, ketersediaan beras berjenis medium kualitasnya jauh dibawah standar biasanya.
Apalagi, kini beras medium telah menyentuh angka Rp 16.000 perkilo. Nilai tersebut jauh dibawah standar Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp 10.900 perkilo.
“Susah sekarang (beras medium). Ini ada cuman jelek, kebanyakan bubuk. Apalagi kan sekarang perkilonya Rp 16.000, jelas pada gak mau,” kata Andi, Senin (12/2) kemarin. (San).
