Pabrik Kayu di Cikembar Sukabumi Terbakar, Kerugian Ditaksir Milyaran Rupiah

Petugas saat melakukan pemadaman di PT. Utama Global Timber (UGT), Kampung Tanjakanlengka, RT 03 Rw 04, Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi (5/2).
Petugas saat melakukan pemadaman di PT. Utama Global Timber (UGT), Kampung Tanjakanlengka, RT 03 Rw 04, Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi (5/2). (Foto: Istimewa)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kebakaran menimpa PT. Utama Global Timber (UGT) yang beralamat di Kampung Tanjakanlengka, RT 03 RW 04, Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, pada Senin, 5 Februari 2024 sekira pukul 03.00 WIB.

Dari informasi yang dihimpun, pabrik tersebut memproduksi kayu atau triplek.

Kapolsek Cikembar, AKP R.Panji Setiaji mengatakan bahwa dugaan awal mula munculnya api dari mesin boiler atau mesin pemanas yang meledak dan langsung membakar barang-barang yang berada di dekat area tersebut.

“Api merambat ke hasil produksi yaitu veneer yang berbahan kayu mudah terbakar, kemudian api membakar mesin Press Dryer, Hot Press, Cool Press, Glue 9Feet, Glue 5Feet, 2 Mesin Sending, Mesin Scisoor, Scrup Join,” ujarnya dalam keterangan yang dikutip Jabar Ekspres, Senin (5/2).

Baca Juga:Friends n Family by Niion Luncurkan Koleksi Tas Terbaru ‘Joeyzip’, Cocok Digunakan untuk Aktivitas Sehari-hariSegerakan Bentuk BPBD Kota Bandung, Ini Penjelasan Pj Wali Kota

Panji melanjutkan, api kemudian dapat dikendalikan setelah beberapa jam dikendalikan, yang mana pada saat proses pemadaman melibatkan beberapa unit pos damkar yang ada di Kabupaten Sukabumi.

“Api dapat dipadamkan sekitar pukul 08.30 WIB, dengan mendatangkan 4 unit Damkar dari Pos Pangleseran, Pos Cibadak, Pos Cisaat, Pos Sukaraja,” terangnya.

Beruntung, dari kejadian itu tidak ada korban jiwa, namun dari mengamuknya si jago merah yang hampir melahap seluruh area pabrik tersebut, menyebabkan kerugian yang ditaksir menyentuh milyaran rupiah.

“Tidak ada korban jiwa dan korban luka dalam kejadian kebakaran ini, (namun) Kerugian materiil kurang lebih ( mencapai) Rp5 Milyar,” tutupnya. (Mg9)

0 Komentar