JABAR EKSPRES – Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat, Tedy Rusmawan, kembali mendorong rencana pembangunan Flyover Samsat Kiaracondong sebagai solusi untuk mengurai kemacetan di kawasan simpang empat Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Ibrahim Adjie, Kota Bandung.
Kemacetan di persimpangan tersebut selama ini kerap dikeluhkan masyarakat, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari. Lamanya durasi lampu merah bahkan disebut bisa mencapai 720 detik atau sekitar 12 menit, sehingga menyebabkan antrean kendaraan mengular panjang.
Kondisi itu membuat kawasan Samsat Kiaracondong sempat viral di media sosial dan dijuluki sebagai “lampu merah perenggut masa muda”.
Baca Juga:Pemkab Tasikmalaya Tancap Gas Benahi Jalan Rusak, 32 Ruas Masuk PrioritasSokoguru Policy Forum Bahas Strategi Ketahanan dan Transisi Energi Nasional
“Bahkan ada yang bilang sampai bisa bikin mie di situ,” ujar Tedy Rusmawan, Kamis (22/5).
Politikus PKS itu menilai pembangunan flyover menjadi solusi paling realistis untuk mengatasi kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut. Menurutnya, wacana pembangunan flyover sebenarnya sudah lama muncul, namun belakangan kembali redup.
Karena itu, pihaknya ingin mendorong kembali agar proyek tersebut masuk dalam program prioritas pemerintah pada tahun anggaran 2027.
“Kami akan dorong lagi, pembahasan sekarang. Sehingga mudah – mudahan bisa masuk prioritas pada tahun anggaran 2027 nanti,” jelasnya.
Tedy menjelaskan, Komisi IV DPRD Jawa Barat juga sempat berkomunikasi dengan pemerintah pusat terkait rencana pembangunan flyover tersebut. Pada prinsipnya, pemerintah pusat disebut mendukung proyek itu, meski masih terkendala persoalan pembebasan lahan yang menjadi kewenangan Pemerintah Kota Bandung dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Kami mendorong agar komunikasi terkait Flyover Samsat Kiaracondong ini bisa dibuka kembali. Baik di Kota Bandung, Provinsi, maupun ke tingkat pusat,” kata dia.
Menurut Tedy, keberadaan flyover sangat dinantikan masyarakat, khususnya warga Kota Bandung dan para pengguna jalan yang setiap hari melintasi kawasan tersebut.
Baca Juga:Dua Maling Gasak Sepeda Motor di Gunung Putri Bogor, Lepaskan Tembakan Saat KaburSoal Ulat di Menu MBG, Komisi IV DPRD Tasikmalaya: Mengecewakan! Makan Bergizi Tapi Tidak Higienis
“Jadi kami mendorong Pak Gubernur dan Pak Farhan untuk mendiskusikan kembali. Kalaupun memang enggak mampu untuk pengadaan lahannya, ya disampaikan ke pemerintah pusat,” cetusnya. (Son)
