Sikap Mahfud MD ke Pemerintah Pasca Mundur dari Menko Polhukam

Mahfud MD di sela-sela olahraga terakhirnya bersama staff dan ASN Kemenko Polhukam/ Foto: Istimewa/
Mahfud MD di sela-sela olahraga terakhirnya bersama staff dan ASN Kemenko Polhukam/ Foto: Istimewa/
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Mahfud MD menyampaikan tidak ada perubahan sikap ke pemerintah pasca dirinya mundur dari jabatan Menko Polhukam.

Pernyataan itu disampaikan Mahfud di sela-sela aktivitas olahraga mingguan bersama staff dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenko Polhukam, Jumat (2/2) pagi.

“Ya biasa aja, ndak ada perubahan sikap. Cuma karena ini politik kita lebih tegas juga, itu aja,” ucapnya.

Baca Juga:APBN Disetujui DPR, Jokowi Tegaskan Bansos Bukan Alat PolitikMENUJU SEMIFINAL! Indonesia Berjuang Melawan Jepang di AFC eAsian Cup Qatar Malam Ini

Mahfud mengatakan bahwa kegiatan olahraga mingguan ini merupakan yang terakhir bagi dirinya.

Ia juga sengaja menyempatkan diri mengikuti olahraga mingguan agar bisa berpamitan kepada staff dan ASN Kemenko Polhukam.

Para staff dan ASN Kemenko Polhukam juga diminta tetap bekerja dengan baik untuk menjaga negara.

“Nah saya hari ini pamit dengan mereka dengan pesan agar bekerja baik-baik, untuk menjaga negara ini, yang kalo dalam konteks pemilu harus netral,” terangnya.

Lebih jauh, Mahfud menjelaskan bahwa semua ASN itu bekerja untuk negara. Karena itu sudah seharusnya mengabdi sesuai konstitusi.

“Ya saya minta agar mereka tenang, harus tetap tenang dan profesional sebagai abdi negara. Yang bekerja di sini kan ingin mengabdi pada negara, ya bekerja kepada negara dengan baik sesuai konstitusi,” lanjutnya.

Ketika disinggung soal pemilu, dia meminta para ASN untuk lebih bijak.

Baca Juga:Dokter Gadungan Timnas Indonesia Ditangkap, Begini Kata PSSISengketa Spanduk Caleg, Kurang Pemahaman Aturan Jadi Penyebab Utama

Menurutnya, negara sudah memberikan hak pilih bagi setiap warganya, termasuk para ASN.

Oleh karenanya, ASN diminta untuk memilih pemimpin secara jujur sesuai hati nuraninya.

“Kalo kaitannya dengan pemilu, konstitusi itu memberikan hak pilih, ya pilih lah dengan benar, dengan jujur, karena menurut saya setiap ketidakjujuran itu hanya akan menimbulkan masalah yang ditunda, dilihat saja. Ketidakjujuran, kecurangan, itu hanya masalah-masalah yang ditunda untuk pada saatnya mengalir bagai bah,” pungkasnya.***

0 Komentar