JABAR EKSPRES– Harga beras di sejumlah pasar di Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali naik. Kenaikan harga mencapai Rp1.500-Rp2.000 per kilogram. Hal ini dikeluhkan warga, terutama yang berpenghasilan rendah.
Pantauan di pasar tradisional Tagog Padalarang, dan Curug Agung Padalarang, Kamis (1/2/2024), menunjukan, kenaikan harga beras merata untuk semua jenis, mulai beras kelas bawah, medium, hingga premium.
Untuk beras kelas bawah yang sebelumnya seharga Rp13.500 per kilogram kini menjadi Rp14.000-Rp14.500 per kilogram. Harga beras medium naik dari sebelumnya Rp14.000 per kilogram menjadi Rp15.000 per kilogram. Sementara beras premium dijual Rp Rp16.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp 15.000.
Baca Juga:Inflasi Y-O-Y Jabar Januari 2024 Tembus 3,02 Persen, Tertinggi di JawaPenguatan Ekonomi dan SDM, Musrenbang Kecamatan Cimahi Selatan Fokus pada Generasi Emas 2045
“Paling mahal beras Cianjur, itu premium. Sekarang beras dari Kuningan dan Tasik pun sama ikut naik. Ini paling parah,” katanya.
Ujang yang sudah berjualan beras selama 20 tahun itu mengaku saat ini merupakan salah satu momen tersulitnya selama berdagang.
“Dibanding pandemi Covid-19, ini lebih terasa. Konsumen pun sekarang beli malah ada yang setengah kilogram sampai satu kilogram,” keluhnya.
“Pemerintah kasih bantuan beras murah, saya kira bisa menekan harga. Malah makin mahal,” tandasnya.
Hal senada juga dikatakan Enung (50), pedagang di Pasar Curug Agung Padalarang. Dia menaikan harga beras sejak Sabtu 27 Januari 2024 kemarin. Namun, tak semua harga beras dipukul rata dinaikan, karena takut kehilangan konsumen.
“Penjual lain rata menaikan, tapi di saya engga semuanya. Takut kunsumen hilang,” singkatnya.
Selain pedagang, warga pun mengeluhkan kenaikan harga beras yang tak berangsur turun. Beras medium jika dijual di warung klontong harganya mancapai Rp16.000 per kilogram. Sementara di pasar seharga Rp15.000 per kilogram.
