“Bingung mau bilang apa lagi. Saya suka beli di warung, tapi semakin mahal. Harga semakin mahal, pengeluaran bertambah, tapi pendapatan tidak bertambah,” ujar Kartini (27) warga Kampung Andir Padalarang.
Wiwin (58), warga lain, mengeluhkan hal yang sama. Dia membeli beras medium tahun lalu seharga Rp320.000 per karung isi 25 kilogram. Beberapa waktu lalu, harganya naik menjadi Rp370.000 satu karung.
”Saya tidak tahu akan naik berapa lagi kalau beli beras. Yang ada sekarang masih sisa beras akhir tahun lalu,” tandasnya.
Baca Juga:Inflasi Y-O-Y Jabar Januari 2024 Tembus 3,02 Persen, Tertinggi di JawaPenguatan Ekonomi dan SDM, Musrenbang Kecamatan Cimahi Selatan Fokus pada Generasi Emas 2045
Sekedar diketahui, pada 26 Januari 2024 lalu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia mengeluarkan surat edaran Nomor 500.1.2/510/SJ tentang pengendalian harga dan stok pangan pokok di daerah.
Dalam surat edaran itu, Mendagri meminta kepala daerah di Indonesia, termasuk Kabupaten Bandung Barat untuk melakukan mitigasi dampak dari fenomena El Nino. Salah satunya menekan harga pangan dengan melakukan upaya antisipasi strategis yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah.
Salah satunya yaitu, mengoptimalkan penggunaan anggaran baik yang bersumber dari pusat maupun daerah untuk pelaksanaan Gerakan Pangan Murah pangan pokok sebagai salah satu upaya pengendalian harga pangan di wilayah masing-masing. (Wit)
