JABAR EKSPRES – Manajer Program Transformasi Energi Institute for Essential Services Reform (IESR) Deon Arinaldo memprediksikan sebanyak 1,3 juta lapangan pekerjaan yang sudah ada akan hilang terutama pada sektor energi berbasis fosil.
Kendati demikian, Deon menyatakan, proyeksi pembangunan energi terbarukan berpotensi menciptakan sebanyak 3,2 juta lapangan pekerjaan.
“Kami menghitung lapangan kerja yang tercipta dari energi terbarukan yang dibangun cukup masif supply chain, sumber daya pemasangan instalasi, perawatan, dan sebagainya itu sekitar 3,2 juta lapangan pekerjaan,” kata Deon, dikutip dari Antara News.
Baca Juga:13 Minggu Absen dari Lapangan, Andrew Robertson Siap Kembali Bela LiverpoolJokowi Sebut Mahfud MD Berhak Mundur Dari Kabinet, Ini Tanggapan Mahfud
Di sisi lain, Deon, mengungkapkan, para pekerja di sektor energi berbasis fosil yang terdampak tidak serta-merta dapat dipekerjakan ulang pada pekerjaan di bidang energi terbarukan.
Oleh sebab itu, Deon menekankan pentingnya penerapan transisi energi yang berkeadilan guna mengantisipasi potensi hilangnya lapangan pekerjaan karena sektor energi terbarukan.
Secara konseptual, banyak pekerjaan akan dipengaruhi oleh empat hal berikut: pekerjaan baru akan diciptakan – seperti di bidang pembuatan alat pengontrol polusi; sebagian pekerjaan akan diganti – seperti peralihan dari bahan bakar fosil menjadi bahan bakar terbarukan; beberapa pekerjaan tertentu mungkin perlu dihilangkan tanpa langsung diganti – seperti proses pembuatan pembungkus sudah dilarang; dan banyak profesi yang ada akan ditransformasikan. (Mg/Ratih Pujawati)
