Jebolnya Tanggul Sungai Cigede di Lamajang Dayeuhkolot, Ribuan Jiwa Terdampak!

Penampakan jebolnya tanggul penahan sungai Cigede di Kampung Lamajang Peuntas, Desa Citeureup, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. Foto Istimewa
Penampakan jebolnya tanggul penahan sungai Cigede di Kampung Lamajang Peuntas, Desa Citeureup, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. Foto Istimewa
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung menyampaikan saat ini korban yang terdampak dari jebolnya tanggul sungai Cigede di Kampung Lamajang Peuntas, Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung pada Kamis (11/1) mencapai ribuan orang.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Uka Suska Puji Utama mengatakan korban yang terdampak dari kejadian ini sebanyak 7.027 jiwa.

“Jumlah jiwa terdampak itu ya sekitar 7027. Kalau jumlah rumahnya kurang lebih sekitar 2000-an,” ujar Uka saat dihubungi, Jumat (12/1/2024).

Baca Juga:Ada Empat Titik Banjir di Kawasan Sungai Cikapundung, Braga Paling ParahLimbah Plastik Sebabkan Banjir Cimahi, Walhi Jabar Soroti Krisis Sampah Plastik

Saat ini semua korban yang terdampak sudah dievakuasi dan sebagian warga memilih mengungsi di tempat pengungsian yang disediakan.

“Sebagian warga kini mengungsi, karena air juga masih belum surut,” katanya.

Beberapa warga mengungsi ketempat yang telah disediakan, dan warga yang mengungsi merupakan penghuni rumah yang tidak memiliki lantai dua.

“Pengungsian ada di SMPN 1 Dayeuhkolot. Ada sekitar 130 jiwa yang mengungsi pasalnya saat ini air belum surut,” tuturnya.

Uka menjelaskan, banjir yang merendam ribuan warga ini akibat jebolnya tanggul sungai Cigede dan masuk ke pemukiman warga di 3 RW.

“Terdampak akibat tanggul jebol sungai Cigede ada di RW 05, RW 16, dan RW 17,” jelasnya.

Saat ini kata Uka pihaknya juga terus melakukan evakuasi dan menghimbau kepada masyarakat agar selalu waspada dan berhati-hati dalam beraktifitas.

Baca Juga:SBY Turun Gunung ke Bandung, Jadi Sosok Kresna bagi AHYBanjir Cihanjuang, Saluran KBB Tersumbat Sampah

Terlebih saat ini diperkirakan curah hujan akan kembali terjadi. Dan sebisa mungkin warga bergotong royong untuk membersihkan saluran-saluran air agar tidak tersumbat.

“Saya minta warga agar tetap hati-hati dalam beraktivitas. Soalnya ini curah hujan masih kemungkinan masih terjadi hujan lagi. Yang ada di wilayah untuk bisa melaksanakan pembersihan saluran air. Soalnya penyebab banjir itu karena adanya sampah yang menyumbat,” pungkasnya.

0 Komentar