JABAR EKSPRES – Banjir di Cihanjuang tepatnya di perbatasan antara Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat, menjadi perbincangan di masyarakat. Situasinya menjadi kontroversial karena saluran air seringkali terhalang oleh sampah, mengakibatkan kelancaran arus air terhambat.
Saluran pembuangan air di Cibabat, Cimahi Utara hanya memiliki satu jalur. Permasalahan muncul ketika saluran air dari Kabupaten Bandung Barat seringkali menyebabkan hambatan pada aliran air, yang berujung pada terjadinya banjir deras di kawasan tersebut.
“Jadi saluran air nya bersebrangan, yang di sebrang jalan itu dari KBB, kalau yang disini wilayah Cimahi,” ucap Robby (24) salah seorang warga Cibabat, Jumat 12 Januari 2024.
Baca Juga:Sungai Cikapundung Meluap! 857 Jiwa di Kelurahan Braga TerdampakBandung Diterjang Banjir, 600 Jiwa Terdampak dan 150 Warga Mengungsi
Robby menuturkan, saluran air di Kabupaten Bandung Barat seringkali terkontaminasi oleh sampah, terutama plastik. Menurutnya, kondisi ini menjadi penyebab banjir yang mencapai Kota Cimahi.
“Kadang yang saluran ini (KBB) tersendat oleh sampah-sampah plastik, jadi air meluap,” ungkapnya.
Ditempat berbeda, Ibu Nafsih seorang pedagang gorengan mengungkapkan kesaksiannya saat banjir tiba yang seperti arum jeram.
“Waktu hujan emang air sudah meluap ke jalan, lama-lama tambah besar, hampir kaya Arum jeram saya kaget air pada masuk ke warung,” ungkap wanita berusia 46 tahun tersebut.
Nafsih menjelaskan, penyebab utama banjir adalah kurangnya kapasitas saluran air tunggal yang tidak mampu menampung arus air besar, serta adanya penumpukan sampah di saluran tersebut.
“Saluran pembuangan air cuma satu itu pun yang Cimahi, nah yang saluran dari KBB itu kerap mampet,” ujar Nafsih.
Saat Jabar Ekspres mengonfirmasi kepada Ketua RT 01, banjir di Cihanjuang disebabkan oleh sumbatan saluran air yang sudah tidak mampu menampung air lagi.
Baca Juga:Ini Target Pemenangan DPC Partai Demokrat Kota Cimahi pada Pemilu 2024Outbound PB Djarum 2024 : Bentuk Karakter Atlet Guna Bangun Mental Juara
“Banjir itu hanya di jalan saja tidak sampai masuk ke pemukiman warga. Namun, karena disini hanya ada satu saluran pembuangan air, sedangkan air dari atas besar sekali jadi tidak tertampung atau meluap,” ucap Suherman (48) Ketua RT 01, Kel. Cibabat, Kec. Cimahi Utara.
Suherman menuturkan, drainase dari KBB memang cukup banyak sampah sehingga menyumbat air saat turun hujan. Hingga kini pemerintah hanya mengintruksikan pada warga untuk kerja bakti.
