Fahmi menyatakan, pada akhir pendapatnya, jika kaum muda hari ini memiliki akal sehat, maka lanjutkan dengan aksi nyata, bahkan pada sikap politik sekalipun.
Diakhir pembahasan, hal menarik terjadi ketika pembicara yang ditunggu oleh sebagian banyak audiens mendapatkan gilirannya, yaitu Rocky Gerung seorang yang dianggap kontroversial dengan jargon dungu yang selalu ia bawa.
Dia mengawali argumentasinya dengan menghampiri kamera, seraya menyampaikan pesan bahwa kebenaran itu hanya ada di depan kamera.
Baca Juga:Saluran Drainase Desa Sariwangi KBB Tertutup Sampah, Dampak Banjir Kiriman ke Kota CimahiBPBD: 1.011 Bencana Alam Terjadi di Kota Bogor Sepanjang 2023
“Hari ini banyak politikus yang mencari validasi publik atas apa yang banyak publik senangi, maka dengan hal itu kebenaran yang dianggap benar dari apa yang banyak orang ketahui dan senangi,” ucap Rocky.
Maka itulah yang disebut post truth yang terjadi pada konteks pemilu hari ini, menurut Rocky jika tema yang diangkat ini membahas tentang pemilu damai, justru Rocky berharap pemilu yang ricuh, karena akan banyak dialog yang bisa diakses secara akal fikiran.
Acara juga mendapatkan atensi dan respon baik dari salah satu peserta yang hadir. Nabila Rafiani Fauziah sebagai salah satu peserta tersebut mengaku berdampak baik pada dirinya.
“Untuk acara tadi menurut saya bagus, dan sebagai anak muda yang tidak begitu faham terhadap isu politik, karena acara tadi menjadi sedikit tertarik untuk lebih memahami,” pungkas Nabila. (ped)
