JABAR EKSPRES – Persoalan sampah di Kampung Cililin Timur, Desa Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), belum menemukan solusi. Ketiadaan tempat pembuangan sementara (TPS) membuat warga membuang sampah di titik yang sama selama bertahun-tahun hingga akhirnya mencemari kawasan Waduk Saguling.
Tumpukan sampah rumah tangga dan sampah pasar kini terus meluber, terutama saat hujan turun dan aliran air membawa sampah langsung menuju waduk.
Kepala Desa Cililin, Tedi Kusniadi, mengatakan pemerintah desa sebenarnya sudah beberapa kali menutup lokasi pembuangan tersebut. Namun langkah itu sulit diterapkan karena warga tidak memiliki alternatif tempat membuang sampah.
Baca Juga:Arus Balik Puncak Didominasi Kendaraan ke Jakarta, Jalur Kembali Normal Dua ArahPolisi Gagalkan Tawuran di Parung Panjang Bogor, 14 Pemuda dan 8 Sajam Diamankan
“Pembuangan sampah RW itu dari dulu pernah saya tutup, dan kemarin juga sempat saya tutup. Cuma memang susahnya warga,” kata Tedi saat dikonfirmasi, Senin (18/5/2026).
Menurutnya, lokasi itu awalnya hanya digunakan oleh satu RW. Namun karena tidak ada TPS pengganti, sejumlah RW lain ikut membuang sampah di area tersebut sehingga volumenya terus meningkat.
“Kami juga sudah berkoordinasi dengan Citarum Harum. Selain sampah rumah tangga, di situ juga ada sampah dari pasar. Kalau air meluap, sampahnya ikut ngalir ke sana (Waduk Saguling),” ujarnya.
Tedi menjelaskan, persoalan utama saat ini adalah belum tersedianya lahan pengganti untuk TPS sementara di wilayah Desa Cililin.
“Kalau ditutup, warga bertanya buang sampah ke mana. Untuk lahan pengganti buat TPS sementara sampai saat ini belum ada,” ucapnya.
Selain keterbatasan lahan, akses menuju lokasi pembuangan juga menjadi kendala. Jalan yang sempit membuat armada pengangkut sampah dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Barat belum bisa menjangkau area secara maksimal.
Meski demikian, pemerintah desa mengaku terus mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan karena dampaknya langsung dirasakan warga sekitar, terutama ketika sampah terbawa aliran sungai hingga masuk ke Waduk Saguling.
Baca Juga:Libur Panjang Bawa Berkah, Bisnis Toilet di Jalur Puncak Bogor Raup Omzet hingga Rp1,5 Juta SehariSekolah Rakyat di Tasikmalaya Ditarget Groundbreaking Agustus
“Sekarang fokusnya satu-satu dulu, selesaikan persoalan di Rancapanggung, nanti baru dilanjutkan ke yang lain,” pungkas Tedi. (Wit)
