JABAR EKSPRES – BMKG sebut gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Sumedang jelang malam tahun baru 2024 merupakan jenis gempa bumi dangkal.
Kepala BMKG, Dwikorita mengungkapkan gempa dengan magnitudo 4,8 yang menguncang sumedang termasuk dalam kategori gempa dangkal.
1. Gempa Bumi Dalam
Gempa bumi dalam merujuk pada gempa bumi yang hiposentrumnya terletak lebih dari 300 km di bawah permukaan bumi, yaitu di dalam kerak bumi.
Baca Juga:Sesar Aktif yang Belum Terpetakan Penyebab Gempa di SumedangDampak Perubahan Iklim, Cuaca Jadi Penentu Destinasi Wisata
Gempa bumi dalam cenderung kurang berbahaya karena letaknya yang sangat dalam.
2. Gempa Bumi Menengah
Gempa bumi menengah merujuk pada gempa bumi yang hiposentrumnya berada di rentang kedalaman antara 60 km sampai 300 km di bawah permukaan bumi.
Gempa bumi menengah umumnya dapat menimbulkan kerusakan ringan, tetapi getarannya lebih terasa dibandingkan dengan gempa bumi dalam.
3. Gempa Bumi Dangkal
Gempa bumi dangkal merujuk pada gempa bumi yang hiposentrumnya berada kurang dari 60 km dari permukaan bumi.
Gempa bumi dangkal cenderung menimbulkan kerusakan yang besar dan dapat dirasakan dengan intensitas yang tinggi.
Maka dari itu, setelah kejadian di Sumedang tersebut, beberapa kondisi menyebabkan beberapa rumah mengalami kerusakan.
