Di tempat yang sama, Manager PT Aimtopindo Nuansa Kimia Hilman Hilmawan mengatakan, instalasi biodigester juga bisa mengolah kotoran hewan (kohe) sapi menjadi biogas yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari. Apalagi di kampung tersebut banyak terdapat peternak sapi yang kotorannya bisa dimanfaatkan.
“Kohe (kotoran hewan) nantinya jadi bahan baku untuk diubah jadi sumber energi biogas dengan teknologi instalasi biodigester tersebut,” kata Hilman Hilmawan.
Menurutnya, pembangunan biodigester di Lembang itu merupakan program CSR dan aspirasi dari LPPM ITB dan FPLH Jawa Barat. Ini adalah proyek kedua setelah sebelumnya mengembangkan mesin oven pengering untuk petani jeruk lemon di Desa Suntenjaya, Lembang, KBB.
Baca Juga:Jelang Pemilu 2024, Forkopimda Kabupaten Bandung Safari ke Tujuh Partai PolitikPria Paruh Baya Terpeleset, Jasadnya Ditemukan Mengambang di Kali Cipaku
Nantinya, biodigester tersebut mampu menampung kotoran hewan sebanyak 375 kilogram per hari dari 25 ekor sapi milik para peternak. Asumsinya, satu ekor sapi menghasilkan kotoran 15 kg per hari. Investasi untuk membangun biodigester itu mencapai sekitar Rp120 juta dan ditargetkan akhir bulan ini sudah bisa beroperasi.
“Kohe yang diproses akan menghasilkan biogas nantinya itu bisa dimanfaatkan untuk program budidaya magot kering, juga sebagai pakan ikan dan burung. Kemudian, sisa air limbah biogasnya bisa untuk pupuk tanaman indigovera dan rumput gajah yang nantinya bisa dipakai untuk pakan sapi,” tandasnya. (Wit)
