BMKG Prediksi Musim Pancaroba di Jabar hingga November 2023

JABAR EKSPRES, BANDUNG – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Provinsi Jawa Barat (BMKG Jabar) memprediksi musim pancaroba di tahun 2023 ini akan terjadi hingga bulan November nanti.

Bahkan dalam prediksinya, Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Barat (Jabar) Rakhmat Prasetia menyebut pada musim pancaroba ini, sebagian besar wilayah di Jawa Barat nantinya akan berpotensi mengalami hujan disertai angin kencang.

“Yang dirasakan itu biasanya hujannya disertai angin kencang, dan itu merupakan tanda-tanda mau beralihnya ke musim penghujan, dan itu akan terjadi baik di Bogor maupun beberapa wilayah di Jawa Barat,” ucapnya saat dikonfirmasi wartawan JabarEkspres.com, Jumat (27/8).

Baca juga: Akibat Kemarau Panjang, Harga Cabai di Depok Meroket

Selain itu, Rahmat menambahkan di musim pancaroba atau masa peralihan ini juga, di perkirakan akan banyak terjadi munculnya awan cumulonimbus yang dapat menyebabkan adanya angin kencang disertai hujan deras.

“Ketika lebat pasti tinggi (Intensitas hujannya). Nah makanya yang harus diwaspadai oleh masyarakat, adalah kalau ada awan hitam pekat (cumulonimbus) itu pasti hujanya lebat disertai angin kencang. Tapi kalau sidah musim hujan beneran (normal) hanya akan sesekali saja,” ujarnya

Maka dari itu, Rahmat menuturkan kepada masyarakat khusunya di Jabar untuk tetap berhati-hati jika beraktivitas di luar ruangan pada musim pancaroba atau pergantian seperti ini.

“Masa peralihan (pancaroba) ini diprediksi hingga November 2023, Sehingga untuk masyarakat selain terus mengupdate BMKG, dan ketika diluar rumah dan ada awan hitam pekat, maka diharapkan hati-hati karena berkecenderungan akan terjadi hujan lebat dan angin kencang secara tiba-tiba,” pungkasnya

Sebelumnya, di musim pancaroba ini Badan Penanggulan Bencana Daerah Provinsi Jawa Barat (BPBD Jabar) mengaku telah mengeluarkan diseminasi kepada 27 kabupaten kota terkait akan adanya ancaman bencana.

Bahkan Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Jabar Hadi Rahmat mengatakan, di musim peralihan musim atau pancaroba, potensi bencana alam akan mudah terjadi seperti salah satunya angin puting beliung.

“Kita sudah informasikan ke semua kabupaten-kota (di Jabar) terkait dampak dari peralihan musim ini, karena biasanya yang muncul itu potensi adanya angin puting beliung,” pungkasnya saat dikonfirmasi, Senin (23/3) kemarin. (San)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan