Sekda Jabar Akui Angkutan Massal Belum Ideal, Jumlah Transportasi Umum dan Pribadi Jomplang

JABAR EKSPRES – Semrawutnya tata kota membuat sejumlah titik ruas jalan di beberapa daerah, yang ada di wilayah Provinsi Jawa Barat kerap menjadi langganan kemacetan.

Bagaimana tidak, aktivitas masyarakat yang cukup tinggi ditambah penggunaan kendaraan pribadi, sangat berdampak terhadap kepadatan volume kendaraan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat (Jabar), Herman Suryatman mengakui, jika kemacetan masih terjadi seperti Kabupaten dan Kota Bandung, sehingga menjadi fokus pemerintah untuk bisa diselesaikan.

“Harus diakui kondisi angkutan umum di Bandung Raya saat ini belum ideal,” kata Herman kepada Jabar Ekspres melalui seluler, Minggu (28/4).

BACA JUGA: ‘Cimahi Menari’ dapat Apresiasi dari MURI Meski Tak Didaftarkan, Sempat Bikin Kaget Penyelenggara

Menurutnya, keberadaan angkutan umum yang ideal dapat menjadi solusi kemacetan, namun pertumbuhannya di wilayah Jabar dinilai masih belum signifikan.

“Hitungan Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) Jabar tahun 2022, ada 3,59 juta unit kendaraan di Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat,” ucap Herman.

“Sedangkan tahun 2017 ada 2,57 juta kendaraan, artinya bertambah 1 juta unit dalam lima tahun,” lanjutnya.

Melalui penelusuran yang berhasil dihimpun Jabar Ekspres, data Bapenda Jabar yang dipaparkan Herman, sangat jauh perbandingannya apabila dilihat dari jumlah kendaraan bermotor pribadi.

Melansir data dari Badan Pusat Statistik, untuk jumlah kendaraan bermotor di wilayah Provinsi Jabar, mengalami peningkatan yang cukup signifikan sejak 2020 sampai 2022 lalu.

BACA JUGA: Cerita Warga Pangalengan Soal Tembok Rumahnya Roboh Akibat Gempa Garut

Jumlah Kendaraan Bermotor di Jabar
* Pada 2020 sebanyak 16.107.497,
* Pada 2021 sebanyak 16.848.545,
* Pada 2022 sebanyak 17.600.134.

Masih merujuk data dari Badan Pusat Statistik, untuk jumlah transportasi umum jenis moda angkutan kota/desa di wilayah Provinsi Jabar, pada 2022 totalnya ada 109.465 armada.

Jumlah tersebut tidak termasuk moda armada barang, angkutan sungai dan danau hingga kereta api.

Artinya, jumlah transportasi umum di wilayah Provinsi Jabar apabila dibandingkan dengan kendaraan pribadi, memiliki perbedaan yang sangat jauh.

Oleh sebab itu, tak heran apabila kemacetan di sejumlah ruas jalan area Bandung Raya, wilayah Provinsi Jabar masih kerap dihantui kemacetan.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan