JABAR EKSPRES , BANDUNG – Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Ariel Ortega memaparkan permasalahan sampah yang menjadi momok di Kota Bandung masih belum menemukan solusi konkret. Banyak pendapat bahwa pemerintah gagal untuk menangani permasalahan yang sudah mengakar ini.
Ariel menyampaikan, setiap periode pemerintah di Kota Bandung belum ada yang mampu menyelesaikan permasalahan mengenai sampah yang menumpuk. Segala upaya sudah dilakukan, namun belum menemukan titik terang.
“GMNI selalu memiliki dua tawaran mengenai isu tersebut. Dan ini selalu konsisten kita sampaikan terhadap pemerintah,” sambungnya.
Baca Juga:DPKP KBB Tegaskan 13 Distributor Penjual Beras SPHP Harus Taati Aturan PemerintahPenggunaan Nama Belakang Mahfud MD, Bagaimana Sejarahnya?
Tawaran pertama mengenai pembentukkan masyarakat. Karena bercermin dari beberapa negara maju, tingkat kesadaran masyarakat mengenai edukasi sampah sudah terbentuk dengan baik.
Menurutnya, masyarakat di negara maju sudah menerapkan langkah-langkah untuk mengelola sampah, salah satunya adalah mengurangi penggunaan barang yang sulit diurai, antara lain kresek serta bahan karet lainnya.
“Masyarakat negara maju lebih memilih menggunakan barang yang ramah lingkungan. Nah, kesadaran masyarakat tersebut dibentuk oleh pemerintah,” tegas Ariel.
Kedua, masyarakat negara maju telah melakukan inovasi dalam bidang teknologi pengolahan sampah.
“Inovasi teknologi pengolahan sampah ini menjadi penting dalam pemerintahan. Karena ketika sudah tersedia inovasi teknologi tentang pengolahan sampah yang terbarukan, pengolahan sampah menjadi lebih cepat dan lebih ramah lingkungan. Kemudian, sokongan anggaran juga harus serius,” lanjutnya.
Bentuk dari tidak seriusnya Pemkot Bandung dalam menangani permasalahan sampah, menurut Ariel, terlihat dari belum rampungnya anggaran untuk permasalahan sampah di Gedebage.
