JABAR EKSPRES- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melaporkan bahwa Indonesia memerlukan sekitar 300 bendungan baru sebagai langkah antisipatif terhadap bencana alam seperti krisis air yang disebabkan oleh perubahan iklim.
Menurut Juru Bicara Kementerian PUPR, Endra S Atmawidjaja, “Jumlah bendungan ini telah dihitung berdasarkan standar keamanan untuk menghadapi krisis air dalam negeri saat ini.”
Endra menyebutkan bahwa dalam dekade terakhir, Kementerian PUPR berhasil membangun 60 bendungan guna mencapai ketahanan air 100 persen.
Baca Juga:Sebelas Jurnalis Palestina Gugur Karena Serangan IsraelKisah Nabi Sulaiman dan Semut yang Berdoa Meminta Hujan
Namun, berdasarkan evaluasi tim ahli Kementerian PUPR di lapangan, jumlah tersebut masih jauh dari memadai. Oleh karena itu, mereka menilai perlu untuk membangun paling tidak 300 bendungan baru.
Pernyataan ini diungkapkan dalam diskusi daring Forum Merdeka 9 Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan tema “Kolaborasi Global Antisipasi Krisis Air Dampak Perubahan Iklim”.
Endra menyoroti bahwa perubahan iklim dan aktivitas badai El-Nino di Samudera Pasifik telah menyebabkan sebagian besar wilayah di Indonesia mengalami kekeringan yang lebih parah dan berkepanjangan.
Dampak dari situasi ini juga mempengaruhi ketahanan pangan, yang harus diantisipasi agar para petani tidak kehilangan kesempatan untuk menanam padi, jagung, dan tanaman pangan lainnya.
Oleh karena itu, pembangunan bendungan telah diintegrasikan dalam rencana strategis Kementerian PUPR sebagai upaya mitigasi terhadap kondisi krisis iklim.
Endra menambahkan, “Semakin banyak bendungan yang dibangun, semakin besar kapasitas negara untuk menyimpan dan menggunakan air untuk mengairi lahan pertanian selama musim kemarau.”
Mengingat durasi musim kering yang sangat panjang dan belum pernah terjadi sebelumnya di Indonesia, proyek pembangunan beberapa bendungan vital akan dipercepat.
Baca Juga:Inilah Rencana Yahudi untuk Menghancurkan Islam Sejak Perang SalibSaat Palestina Mendukung Kemerdekaan Indonesia pada Tahun 1944
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR telah mengalokasikan dana sekitar Rp 21,5 triliun untuk menyelesaikan proyek pembangunan 15 bendungan vital pada tahun 2024.
Proyek ini masuk dalam program strategis nasional (PSN) dan anggarannya mengalami peningkatan sebesar 54 persen dibandingkan dengan tahun 2023, yang mencapai Rp 13,9 triliun.
