JABAR EKSPRES – Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat (Dinkes Jabar) menyebut bahan makan cireng mini (cimin) yang menyebabkan terjadinya keracunan masal di di Desa Saguling, Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mengandung bakteri Bacillus Cereus.
Kepala bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Kabid P2P) Dinkes Jabar, Rochady mengatakan bakteri teresbut dapat menyebabkan mual, muntah, hingga diare, jika dikonsumsi oleh manusia.
“Jadi ada di bahan bakunya seperti di terigu dengan tepung singkong kalau dilihat dari hasil uji lab (laboratorium),” ungkapnya
Baca Juga:Menengok Mata Air Cikendi, Tak Surut di Musim KemarauVIRAL! Tarif Parkir Stasiun Cimekar Mahal, Pengelola Angkat Bicara
Meski begitu, Rochady mengatakan bakteri tersebut tidak akan berdampak banyak jika dikonsepkan oleh manusia dengan kondisi daya tahan tubuh bagus.
“Kalau pada orang-orang yang punya daya tahan tubuh yang menurun, itu pasti kumannya akan lebih dominan. Tapi kalau daya tahan tubuhnya bagus, dan langsung diberikan antibiotik, itu akan lebih bagus (terhindar). Karena yang bikin mual, muntah, dan diare itu, itu toksinnya,” imbuhnya
“Tapi mungkin rilisnya nanti akan lebih jelas dari KBB (Dinkes), karena semua hasil lab sudah diberikan semuanya, dan sudah diterima juga,” pungkasnya
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 32 siswa SDN 3 Jati, Desa Saguling, Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB) harus mendapatkan penanganan medis usai diduga mengalami gejala keracunan makanan.
Mereka mengalami gangguan pencernaan setelah mengonsumsi jajanan aci mini (cimin) yang mereka dapat dari pedagang di sekitar SD Negeri 3 Jati, pada Selasa (26/9/2203).
Dinas Kesehatan (Dinkes) Bandung Barat mencatat, jumlah siswa yang mengalami keracunan sebanyak 32 orang, dengan rincian 11 rawat jalan, 14 dirawat di Puskesmas Saguling, 3 anak dirawat di Rumah Sakit Kartini, Klinik Asyyida 1, 1 dirawat di Rumah Sakit Cahya Kawaluyaan (RSCK), dan 1 siswa meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Dustira.
