Sejarah Panjang Nama “Kopo” Bandung

JABAR EKSPRES – Kopo merupakan salah satu kelurahan di Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung. Wilayah ini merupakan jalan penghubung yang cukup krusial bagi Kota Bandung dan Kabupaten Bandung dari arah selatan.

Tahukah kamu? Ternyata penamaan Kopo sebagai wilayah di Kota Bandung memiliki sejarah yang panjang dan unik, lho. Dahulunya, ada seorang jawara dan tokoh masyarakat setempat yang bernama Eyang Jawi (Eyang Kuwu). Saat itu, beliau merupakan kepala desa di sana.

Eyang Jawi inilah yang membuat jalanan Kopo, mulai dari Blok Tempe (Panjunan) hingga Kampung Pangauban yang kini masuk wilayah Desa Katapang, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung.

Banyak masyarakat setempat maupun Kota Bandung yang belum mengetahui alasan penamaan daerah tersebut dengan Kopo. Ternyata, nama Kopo memiliki makna tersendiri.

BACA JUGA: Mengenal Sejarah Goa Belanda: Wisata nan Sohor di Tahura Bandung

Nama Kopo sendiri diberikan oleh masyarakat setempat kala itu untuk menghargai jasa Eyang Kuwu. Penamaan tersebut berdasarkan pohon rindang di depan rumah beliau yang bernama pohon Jambu Kopo.

Ada pun cerita masyarakat sekitar yang menyebut, penamaan jalan Kopo sendiri diberikan karena untuk menuju rumah Eyang Kuwu sering dituturkan dengan kalimat “Jalan ka Kopo”. Kemudian, penuturan tersebut berubah jadi “Jalan Kopo”.

Secara resmi, Jalan Kopo sendiri telah berganti nama menjadi Jalan KH. Wahid Hasyim sebagai penghormatan kepada pendiri Nahdlatul Ulama (NU) itu. Akan tetapi, masyarakat Bandung hingga kini masih menyebut jalanan tersebut dengan Jalan Raya Kopo.

Walaupun wilayah Kopo sering menjadi salah satu titik macet, jalan ini memiliki konstribusi yang besar dalam distribusi barang dan jasa di Kota Bandung dan Kabupaten Bandung. (*)

BACA JUGA: Terungkap! Tenyata di Sini Titik Tengah Provinsi Jawa Barat

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan