JABAR EKSPRES – Bupati Bandung Dadang Supriatna mendorong seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk terus berinovasi dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) di tengah penyesuaian fiskal yang tengah berlangsung.
Hal itu disampaikan saat Rapat Koordinasi Bulanan Pemerintah Kabupaten Bandung Mei 2026 di Rumah Dinas Bupati, Soreang, Kamis (21/5).
Dalam arahannya, Dadang Supriatna yang akrab disapa KDS menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara pendapatan dan belanja daerah menjelang akhir semester pertama tahun anggaran 2026.
Baca Juga:Abu Semen PT Mortar Nasional Indonesia Diduga Kembali Bocor, Warga Kemang Bogor ResahPemkab Tasikmalaya Tancap Gas Benahi Jalan Rusak, 32 Ruas Masuk Prioritas
“Saya berharap pada bulan Mei dan Juni ini penyerapan anggaran dapat diseimbangkan, mengingat semester pertama akan segera berakhir. Cadangan fiskal dari BKAD juga harus tetap stabil, sehingga antara pendapatan dan belanja daerah dapat disesuaikan secara seimbang,” ujar KDS dalam keterangan resmi yang diterima Jumat (22/5/2026).
Ia menyebutkan, hingga saat ini realisasi pendapatan daerah Kabupaten Bandung telah mencapai Rp2,13 triliun atau sekitar 35,72 persen dari target Rp5,96 triliun.
Karena itu, seluruh perangkat daerah diminta mengawal potensi pendapatan serta meningkatkan inovasi untuk menjaga stabilitas fiskal daerah.
Selain membahas pendapatan daerah, rakor tersebut juga menyoroti persoalan pengelolaan sampah yang masih menjadi tantangan serius di Kabupaten Bandung. Saat ini, timbulan sampah di Kabupaten Bandung mencapai 1.821 ton per hari.
KDS mengatakan, penanganan sampah harus dilakukan secara terintegrasi berbasis wilayah dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat melalui kolaborasi pentahelix.
“Penguatan TPS3R harus terus dilakukan. Saya juga meminta setiap kantor pemerintahan dan desa memiliki penampungan sampah terpilah, serta membangun kolaborasi pentahelix di masing-masing wilayah,” katanya.
Dalam kesempatan itu, KDS juga meminta seluruh OPD mempercepat penyelesaian RPJMD, meningkatkan penyerapan anggaran semester pertama, dan segera menindaklanjuti berbagai temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Baca Juga:Sokoguru Policy Forum Bahas Strategi Ketahanan dan Transisi Energi NasionalDua Maling Gasak Sepeda Motor di Gunung Putri Bogor, Lepaskan Tembakan Saat Kabur
Sementara itu, Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb meminta para kepala desa untuk melibatkan organisasi kepemudaan dalam mendukung penanganan sampah di wilayah masing-masing.
Rapat koordinasi tersebut turut membahas kesiapan pengawasan kesehatan hewan kurban menjelang Idul Adha 2026.
Dinas Pertanian Kabupaten Bandung menyiagakan 66 petugas pemeriksa kesehatan hewan untuk memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat dan layak konsumsi sesuai prinsip ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal).
