JABAR EKSPRES – Rencana reaktivasi sejumlah jalur kereta api nonaktif di Jawa Barat dinilai dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Sumedang dan wilayah Priangan.
Pengamat transportasi, Djoko Setijowarno, menilai langkah reaktivasi jalur kereta api merupakan kebijakan strategis yang akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat.
“Itu langkah strategis untuk menyeimbangkan kembali sistem transportasi, memastikan pemerataan akses, dan memicu perkembangan ekonomi berbasis kewilayahan,” kata Djoko kepada Jabar Ekspres, Jumat (22/5/2026).
Baca Juga:Abu Semen PT Mortar Nasional Indonesia Diduga Kembali Bocor, Warga Kemang Bogor ResahPemkab Tasikmalaya Tancap Gas Benahi Jalan Rusak, 32 Ruas Masuk Prioritas
Sebelumnya, Dedi Mulyadi menggulirkan program reaktivasi 11 jalur kereta api nonaktif di Jawa Barat dengan estimasi anggaran mencapai Rp20 hingga Rp30 triliun.
Program tersebut ditujukan untuk mengurai kemacetan, mendukung sektor pariwisata, sekaligus memperluas integrasi transportasi publik di berbagai wilayah.
Salah satu proyek prioritas yang akan didorong adalah reaktivasi jalur KA Bandung–Pangandaran yang saat ini baru aktif hingga Banjar.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga berencana menghidupkan kembali sejumlah jalur lain seperti Garut, Bogor–Sukabumi–Cianjur hingga Padalarang, serta Bandung–Ciwidey untuk mengantisipasi kemacetan saat musim liburan.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan tahun 2026, total panjang jaringan rel kereta api di Indonesia mencapai 9.178 kilometer.
Dari jumlah tersebut, sepanjang 6.945 kilometer merupakan jalur aktif, sementara 2.233 kilometer lainnya merupakan jalur nonaktif yang perlu direaktivasi.
Khusus di Pulau Jawa, total panjang jalur aktif mencapai 4.921 kilometer dengan dukungan 473 stasiun yang melayani kebutuhan penumpang dan logistik.
Baca Juga:Sokoguru Policy Forum Bahas Strategi Ketahanan dan Transisi Energi NasionalDua Maling Gasak Sepeda Motor di Gunung Putri Bogor, Lepaskan Tembakan Saat Kabur
Djoko menjelaskan, reaktivasi jalur kereta api akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan aksesibilitas dan mobilitas masyarakat, terutama di wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan konektivitas transportasi.
“Tujuan reaktivasi jalur rel ini bagus. Pertama, meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas masyarakat serta memberikan alternatif transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan jalur kereta aktif juga dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap transportasi jalan raya yang selama ini rawan macet dan memiliki dampak lingkungan lebih besar.
Selain itu, reaktivasi rel kereta diyakini dapat menghidupkan kembali pusat-pusat ekonomi di sepanjang lintasan kereta, termasuk kawasan stasiun dan kota-kota kecil yang sebelumnya kurang berkembang.
