Jelang Iduladha, DKPP Bandung Perketat Pemeriksaan Hewan Kurban, Organ Terindikasi Penyakit Dipastikan Dipisah

Petugas DKPP memeriksa hewan kurban kambing di Soekarno Hatta, Kota Bandung. Foto: Dimas Rachmatsyah
Petugas DKPP memeriksa hewan kurban kambing di Soekarno Hatta, Kota Bandung. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban menjelang Iduladha 2026. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan hewan yang akan dikonsumsi masyarakat dalam kondisi sehat dan aman.

Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin, mengatakan pengawasan dilakukan melalui pemeriksaan post-mortem, yakni pemeriksaan bagian tubuh hewan setelah proses penyembelihan dilakukan.

Menurutnya, metode tersebut menjadi tahapan penting karena dapat mendeteksi kondisi kesehatan hewan secara lebih mendalam.

Baca Juga:Abu Semen PT Mortar Nasional Indonesia Diduga Kembali Bocor, Warga Kemang Bogor ResahPemkab Tasikmalaya Tancap Gas Benahi Jalan Rusak, 32 Ruas Masuk Prioritas

“Pemeriksaan post-mortem biasanya lebih detail dibanding antemortem. Kami memeriksa bagian kepala, daging, hingga organ dalam seperti paru-paru, limpa, dan jantung,” kata Gin Gin, Jumat (22/5/2026).

Ia menjelaskan, apabila ditemukan bagian tubuh hewan yang terindikasi mengalami gangguan kesehatan atau penyakit tertentu, bagian tersebut akan dipisahkan dan tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi masyarakat.

“Untuk bagian hewan yang terindikasi penyakit akan dipisahkan dan tidak disarankan untuk dikonsumsi,” ujarnya.

Selain memastikan kelayakan daging kurban, DKPP juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit zoonosis atau penyakit yang dapat menular dari hewan kepada manusia.

Beberapa penyakit yang menjadi perhatian di antaranya antraks dan penyakit mulut dan kuku (PMK).

Meski demikian, DKPP memastikan hingga saat ini kondisi di Kota Bandung masih aman dan belum ditemukan kasus penyakit menular yang mengkhawatirkan.

“Kota Bandung memang masuk kategori waspada karena lalu lintas hewan cukup tinggi. Tetapi Alhamdulillah sejauh ini belum ditemukan kasus zoonosis yang mengkhawatirkan,” kata Gin Gin.

Baca Juga:Sokoguru Policy Forum Bahas Strategi Ketahanan dan Transisi Energi NasionalDua Maling Gasak Sepeda Motor di Gunung Putri Bogor, Lepaskan Tembakan Saat Kabur

Pemerintah Kota Bandung memastikan pengawasan terhadap kesehatan hewan kurban akan terus dilakukan selama momentum Iduladha guna menjaga keamanan pangan serta memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah kurban. (Dam)

0 Komentar