JABAR EKSPRES – Langkah tegas datang dari junta militer Myanmar yang mengusir diplomat utama Timor Leste setelah Presiden Jose Ramos Horta menjalin pertemuan dengan Pemerintah Persatuan Nasional (NUG), entitas pemerintah tandingan anti-junta, di Dili pada bulan Juli yang lalu.
Kementerian Luar Negeri Myanmar di bawah kepemimpinan junta dengan keras mengutuk apa yang mereka sebut sebagai “tindakan tak bertanggung jawab” yang dilakukan oleh Timor Leste. Mereka juga mengeluarkan ultimatum kepada kuasa usaha negara Timor Leste di Yangon, meminta mereka untuk “mengosongkan” wilayah Myanmar paling lambat pada tanggal 1 September 2023.
Sementara itu, perwakilan NUG yang berbasis di Republik Ceko, Linn Thant, ikut merespons kejadian ini dengan mengutuk langkah junta. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada alasan yang dapat dibenarkan untuk tindakan pengusiran diplomat Timor Leste.
