Dampak Kebakaran Sarimukti Warga Terancam ISPA, Dinkes Jabar Minta Pemerintah KBB Lakukan Ini!

Ist. Asap pekat dari hasil kebakaran gundukan sampah di TPAS Sarimukti. Foto. Jabar Ekspres.
Ist. Asap pekat dari hasil kebakaran gundukan sampah di TPAS Sarimukti. Foto. Jabar Ekspres.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Aancaman Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA) mengancam  warga yang terdampak asap kebakaran dari Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Sarimukti. Berkenaan dengan hal itu, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat meminta Pemerintah Kabupaten Bandung Barat untuk segera mengantisipasinya.

Vini membeberkan akibat dari terpaparnya asap pembakaran khususnya sampah, dikatakannya jika terhirup oleh manusia dengan jumlah yang banyak menyebabkan terganggunya saluran pernapasan.

“Jadi berbahaya bagi saluran pernapasan. Tapi yang jelas sih pasti infeksi saluran pernapasan (ISPA) dari mulai batuk, pilek. Bahkan kalau daya tahan tubuhnya lagi turun, itu bisa demam. Jadi itu sih yang akan terasa,” ungkapnya.

Baca Juga:Tekan Angka Pengangguran di Sumedang, Bupati Doni Ahmad Resmikan Pelatihan KerjaAkibat Kebakaran di TPA Sarimukti, TPS di Bandung Alami Penumpukan Sampah! Apa Solusinya?

Vini mengaku akan terus mendorong pembagian masker hingga kebakaran di TPAS Sarimukti selesai.

“Tapi Alhamdullah tidak ada korban, namun tetap saja kami akan mewaspadai dengan gerakan memakai masker, sudah dibagikan juga ke warga sehingga kami juga dari provinsi sudah mengantisipasi kalau kekurangan masker (untuk dibagikan) kita akan bantu,” pungkasnya.

“Ada belasan ribu dari tiga desa yang terdampak. Diantaranya Desa y Rajamandala, Mandalasari, dan Cipatat dengan 3.000 – 12.000 orang yang terdampak asap ini,” ucap Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan BPBD Jabar, Bambang Imanudin saat dikonfirmasi oleh Jabar Ekspres, Rabu (23/8).

0 Komentar