Jabar Ekspres – Sudah hampir 5 bulan sejak terjadinya kebakaran yang menghanguskan 25 rumah di Kampung Kebon Kelapa, Desa Sukamenak, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat masih belum dibangun.
Dalam pantauan Jabar Ekspres, terlihat di lokasi kejadian semua bangunan yang hangus terbakar masih rata dengan tanah, bahkan tidak ada satupun bangunan yang diperbaiki.
Terlihat juga di kawasan tersebut saat ini sudah seperti lapangan, banyak warga yang melintas atau anak-anak yang bermain layangan di sekitar lokasi kebakaran.
Baca Juga:Ambassador Town Hall Meeting Perkuat Langkah AHEC Wujudkan Relevansi antar Perguruan TinggiMenikmati Keseruan Seuhahhh Festival dengan Banyak Promo dari bank bjb
Qory Nurhidayah (33) salah satu korban kebakaran mengatakan hingga saat ini semua warga yang menjadi korban harus mengontrak.
Lantaran hingga saat ini pembangunan yang dijanjikan masih belum ada juga.
“Semuanya jadi maksain untuk ngontrak, soalnya kan sampai saat ini juga belum ada pembangunan,” ujar Qory saat ditemui, Rabu (9/8/2023).
Qory mengungkap hingga saat ini dirinya memberanikan diri untuk mengontrak meski terasa sangat berat. Bahkan warga yang lain pun ikut mengontrak.
Bahkan kata Qory, jika dibandingkan harus terus berada di tenda darurat menurutnya sangat malu.
“Ya meskipun dengan kondisi pas-pasan lebih baik ngontrak, daripada kita terus di tenda darurat malu karena kan dekat Masjid juga ga enak sama yang mau ibadah dan lainnya,” ungkapnya.
Qory menjelaskan saat ini dirinya pun sempat akan membangun kembali rumahnya yang sudah terbakar, namun hal tersebut tidak boleh dilakukan karena masih tanah desa.
Baca Juga:500 Ton Sampah di Bandung Barat Tertahan Imbas Dari Pencemaran Air LindiSi Jago Merah Lahap Rumah Warga di Jatinangor, Sebabkan Kerugian Ratusan Juta!
“Jadi pas mau dibangun alakadarnya pas dapat bantuan ternyata tidak boleh karena ini tanah desa, jadi makanya kita ngontrak aja,” tuturnya.
Qory pun menyebut hingga saat ini masih menunggu janji pemerintah yang rencananya akan membangun kembali bahkan bangunannya pun sudah diratakan.
