JABAR EKSPRES – Kementerian Pertanian Korea Selatan melaporkan adanya kasus flu burung H5NI di ibu kota Seoul. Ternyata, kasus ini terdeteksi di tempat penampungan kucing.
Melansir dari berita dari Reuters menyebutkan bahwa 38 kucing baru-baru ini meninggal di tempat penampungan tersebut, dan dari mereka, dua di antaranya dites positif mengandung virus H5N1.
Walaupun demikian, laporan infeksi pada mamalia juga perlu diawasi dengan ketat. Bulan ini, tiga badan PBB telah memperingatkan tentang peningkatan wabah flu burung secara global yang bisa menjadi perhatian. Virus flu burung bisa saja beradaptasi untuk menginfeksi manusia lebih mudah. Oleh karena itu, negara-negara perlu memperkuat pengawasan penyakit dan meningkatkan kebersihan di peternakan unggas untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.
Baca Juga:Geger Otomotif! AHM Umumkan Kelahiran New Genio 2024, Ada Apa Aja Sih Bedanya?Gila! TECNO POVA 5 Series 5G Bikin Heboh di Dunia Free Fire, MauTau Fiturnya?
Sebagai informasi tambahan, mayoritas kasus flu burung pada manusia biasanya terkait dengan kontak langsung atau tidak langsung dengan unggas hidup atau mati yang terinfeksi.
Kasus pertama kali dilaporkan di Hong Kong pada tahun 1997 dan sejak itu telah menyebar ke berbagai negara, menyebabkan beberapa kematian. Pada 2013, strain H7N9 dari flu burung juga dilaporkan di China dan menyebar pada populasi unggas di seluruh negeri. Jadi, tetap waspada dan terus mengikuti perkembangan berita terkini.
