JABAR EKSPRES – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat (KBB), mengingatkan masyarakat terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), pada puncak musim kemarau panjang imbas fenomena El Nino, yakni Agustus-September 2023.
Sekretaris BPBD Bandung Barat Agus Soemartono mengatakan, kekeringan panjang sangat mempermudah lahan kebun atau hutan terbakar. Hal itu, lantaran tumbuhan di lahan dalam kondisi kering ditambah hembusan angin besar makin mempercepat pelebaran area lahan yang terbakar.
Menurutnya, berkaca dari tahun sebelumnya, kejadian kebakaran lahan dan hutan 90% disebabkan oleh aktivitas dan kelalaian manusia. Mulai dari aktivitas pendakian hingga kelalaian warga yang memiliki lahan berbatasan dengan hutan.
Baca Juga:Cegah Korupsi Kembali Terjadi, Pj Walkot Cimahi Lakukan 2 Aturan, Apa Saja?Polemik Lahan Kebun Binatang Tak Kunjung Usai, Plh Walkot Bandung: Bukan Cari Keributan
“Biasanya karena sampah rokok atau bekas perapian yang lupa dipadamkan,” tambahnya.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan terkait fenomena El Nino tahun 2023 di Indonesia. Menurut prediksi BMKG, Indonesia perlu lebih mewaspadai potensi terjadinya El Nino yang makin pasti.
“Sesuai dengan hasil prediksi BMKG di Bulan Februari yang lalu, Kepala Badan BMKG Dwikorita Karnawati menyebut Indonesia perlu lebih mewaspadai potensi terjadinya El Nino yg makin pasti,” terang Humas BMKG seperti dilansir akun resmi Twitter-nya (@InfoHumasBMKG), Rabu (12/7/2023).
