Atasi Stunting di Bogor, Dedie Rachim Tegaskan Perlu Adanya Pengembangan Inovasi

Wakil Wali Kota Bogor yang juga Ketua TPPS Kota Bogor, Dedie A. Rachim. (Yudha Prananda / Jabar Ekspres)
Wakil Wali Kota Bogor yang juga Ketua TPPS Kota Bogor, Dedie A. Rachim. (Yudha Prananda / Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Ketua Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) Kota Bogor, Dedie A. Rachim terus mendorong percepatan penanganan dan pencegahan stunting melaui sejumlah terobosan baru.

Menurut Wakil Wali Kota Bogor itu, perlu adanya pengembangan inovasi. Hal itu Dedie katakan dalam Diseminasi Audit Kasus Stunting 1 (AKS 1) Tingkat Kota Bogor Tahun 2023 di Hotel Permata, Kota Bogor, belum lama ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bogor, Anas Rasmana menambahkan, selain mencari inovasi atas penanganan stunting, tujuan pelaksanaan Audit Kasus Stunting adalah untuk mengidentifikasi risiko dan penyebab risiko pada kelompok sasaran tingkat Kota Bogor.

Baca Juga:Wasit Liga 1 Jadi Sorotan, Erick Thohir Ingatkan Ini!Pemkot Bandung Akan Amankan Aset Kebun Bintang, Begini Penjelasan Ema Sumarna 

Ia menjelaskan, ada delapan fokus stunting berdasarkan Keputusan Wali Kota tentang penetapan Lokasi Fokus Kelurahan Program Penurunan dan Pencegahan Stunting Kota Bogor Tahun 2023.

“Sudah banyak pula asosiasi maupun komunitas yang ikut membantu penanganan stunting,” tuturnya

“Ke depan akan kita kumpulkan mereka dan kita berikan inovasi kepada mereka. Kita tidak menerima berupa uang, namun natura berupa telur. Jadi sampai Desember Insya Allah kita aman,” imbuh Anas.

Ia menambahkan, dari hasil audit tahun ini, ada beberapa poin yang menjadi catatan. Seperti ibu hamil yang tidak mendapat pendampingan gizi, tidak mendapatkan bantuan tunai dan bantuan sosial pangan.

0 Komentar