JABAR EKSPRES – 43 karyawan di salah satu perusahaan garmen di Kota Bandung diduga mengalami keracunan masal usai menyantap hidangan makan siang pada Jum’at (21/7).
Kepala Dinkes Kota Bandung Anhar Hadian mengaku telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak guna memastikan kondisi para korban.
“Terus terang kami baru dapat informasi ini tadi pagi, kami terus melakukan koordinasi melalui puskemas ke perusahaan, namun rupanya perusahaannya hari ini sedang libur, tapi kami sudah koordinasi dengan Polsek melalui puskemas dan juga kami sedang cek ke Rumah Sakit Pindad karena, ada beberapa pasien yang masih dirawat,” ucapnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Sabtu (22/7).
Baca Juga:Soroti Sanksi Komdis untuk 4 Klub Liga 1, Erick Thohir Siap Copot Oknum yang NakalButuh Rp1,7 Triliun untuk Bangun Trem, Pemkot Bogor Bedah Skema Pembiayaan
Anhar mengungkapkan, saat ini masih ada 30 orang yang masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Namun, di samping itu juga, pihaknya sampai saat ini masih berupaya mencari tahu penyebab keracunan masal yang menimpa puluhan karyawan garmen tersebut.
“Sampai saat ini kami masih agak kesulitan dalam memastikan penyebabnya karena kami belum menerima sampel (makanan) untuk diperiksa ke laboratorium,” ungkapnya.
Meski begitu, pihaknya akan terus memastikan terkait penyebab terjadinya keracunan masal tersebut.
“Jadi kami sedang berupaya mengkonfirmasi ke perusahaan sama ke Polsek, dan juga ke rumah sakit dengan harapan misalnya masih ada sisa muntahan pasien atau apapun sehingga, kita bisa langsung mengambil sampel untuk diperiksa ke laboratorium dan diketahui penyebabnya apa,” pungkasnya.
