Antisipasi Penyebaran Penyakit di Puncak Musim Kemarau, Dinkes Jabar Imbau Masyarakat Lakukan Ini

BMKG Prediksi Musim Kemarau di Bandung Raya, Jatuh Pada Dasarian II Mei 2023
Photo: BMKG Prediksi Musim Kemarau di Bandung Raya, Jatuh Pada Dasarian II Mei 2023 (Jabar Ekspres/Sadam Husen Soleh Ramdhani)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) klas 1 Bandung, mengungkapkan bahwa sebagian besar wilayah Jawa Barat kini telah memasuki fase puncak musim kemarau.

Dengan adanya fase tersebut, suhu disebagian wilayah Jabar akan terasa lebih dingin dan menimbulkan angin kering.

“Jadi ketika musim kemarau, itu otomasis penyebaran virus atau bakteri yang lewat udara akan lebih banyak. Jadi biar bagaimana pun juga, tetap pada warga diharapkan dapat mengantisipasi hal tersebut seperti diantaranya memakai masker,” katanya saat ditemui di Gedung Sate Bandung, Jum’at (21/7).

Baca Juga:Cimahi Diserang Raja Singa, Dinkes Temukan 57 Kasus Selama 2022 hingga 202388 Kasus HIV Ditemukan di Cimahi, Penderita Didominasi Kaum Pria

Asupan vitamin juga harus tetap diperhatikan agar dapat menjaga daya tahan tubuh.

“Tapi yang utama itu sebetulnya adalah asupan gizi seimbang. Kalau vitamin itu bisa perlu misalkan ketika sakit, dapat mengunakan vitamin, itu boleh dilakukan,” ungkapnya

Vini menuturkan pihaknya tetap menyarankan kepada masyarakat untuk dapat melakukan pola hidup sehat di musim seperti ini.

“Yang paling penting gizi seimbang, istirahat teratur, rajin beraktivitas, lalu kelola stres,” pungkasnya

BMKG Klas 1 Bandung  mencatat dalam lima hari terakhir yakni pada tanggal 14 – 18 Juli 2023 suhu minimum khusus di Kota Bandung dapat menyentuh hingga 17 derajat celsius, dibawah suhu minimum normal.

“Pada tanggal 14-18 Juli, BMKG mencatat suhu Kota Bandung sempat mengalami kenaikan dari 19 derajat celsius ke 20 derajat celsius. Namun, pada tanggal 18 Juli memang penurunan suhu ke 17 derajat celsius,” ucap Kepala BMKG Kota Bandung Teguh Rahayu.

0 Komentar