JABAR EKSPRES – Kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Jawa Barat (Jabar) tengah disorot dan dibahas pada Sidang paripurna DPRD Jabar. Menurut Pengamat Ekonomi dari Universitas Pasudan (Unpas) Bandung, Acuviarta Kartabi, salah satu sebab melempemnya kinerja sejumlah BUMD Jabar karena kurang profesional dalam pemilihan jajaran manajemen.
Acuviarta Kartabi mengungkapkan bahwa permasalahan yang menyelimuti BUMD Jabar juga bukanlah hal baru. Permasalahan itu bukan hanya dari aspek keuangan tapi juga nonkeuangan.
“Jadi jangan asal dekat dengan Gubernur atau DPRD,” kata Acuviarta Kartabi, melanjutkan.
Baca Juga:Mayat Pria Ditemukan Menggantung di JPO Cibeureum-Cimindi, Diduga Akhiri Hidup dengan Gantung DiriKomisi IX DPR RI Gulirkan 4 Program untuk Warga Depok, Wenny Haryanto Ungkap Syarat dan Ketentuannya
Selain itu, ia juga mengkritik peran dari Biro BUMD, Investasi dan Administrasi Pembangunan (BIA) Pemprov Jabar. Menurutnya, Biro tersebut perlu memiliki renstra yang jelas dan terukur dalam pengelolaan BUMD yang ada di Jabar. Agar bisa maju, BUMD juga perlu mendapat pengawasan yang terukur dan laporan kinerja rutin.
“Jadi jangan hanya pendekatan semi ekonomi politik saja,” lanjutnya.
Acuviarta Kartabi mengakui memang ada sejumlah BUMD yang memiliki progres yang baik. Salah satunya Bank BJB. BUMD itu sebagian saham juga di publik. Kinerjanya juga diawasi sejumlah pihak.
“Ada peran OJK, BI, dan audit yang rutin. Jadi peluang BJB untuk menyimpang dari good governance kecil,” katanya menambahkan.
