JABAR EKSPRES – Penyakit antraks yang berkembang di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta hingga saat ini belum ditemukan di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Meski demikian, peternak sapi diimbau tetap waspada dan berhati-hati ketika membeli sapi dari luar daerah.
Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) Kabupaten Bandung Barat meminta peternak di wilayahnya tetap waspada terhadap penyakit antraks. Meskipun sejauh ini penyakit yang disebabkan bakteri Bacillus anthracis itu belum ditemukan lagi sejak 2008.
Umumnya, bakteri antraks menyerang hewan ternak seperti sapi, kambing, domba, dan juga kerbau. Karena bersifat zoononis, bakteri antraks dapat menular dari hewan ke manusia. Dan hal ini pun sering terjadi.
Baca Juga:Sejumlah Guru di Bogor Bentuk Organisasi GM Pro, Ternyata Ini Tujuannya!6 Jemaah Haji Asal Kabupaten Bandung Meninggal Dunia di Tanah Suci
“Seperti penyakit PMK dan LSD itu tidak bersifat zonosis. Berbeda dengan antraks yang bisa menularkan ke manusia,” katanya.
“Seperti mengkonsumsi daging yang terkena antraks itu bisa menularkan,” tegasnya.
Karena itu, Dinas Perikanan dan Peternakan Bandung Barat terus berupaya mencegah kasus tersebut dengan mensosialisasikan antisipasi penyakit antraks kepada para peternak di wilayahnya.
