Dispernakan KBB Imbau Peternak Waspada Antraks, Ketahui Gejala dan Penyebabnya!

Petugas kesehatan hewan Dispernakan Kabupaten Bandung Barat tengah memeriksa kesehatan hewan ternak. Selasa (11/23). Foto: Jabarekspres
Petugas kesehatan hewan Dispernakan Kabupaten Bandung Barat tengah memeriksa kesehatan hewan ternak. Selasa (11/23). Foto: Jabarekspres
0 Komentar

 

Selain sosialisasi, Acep menegaskan, pengawasan lalu lintas hewan ternak dari luar daerah akan diperketat. Dengan begitu, hewan ternak yang diduga terindikasi penyakit tidak bisa masuk ke wilayah Bandung Barat.

“Jadi jangan sampai ternak yang sakit atau diduga sakit masuk ke daerah kita, karena penyakit juga menular dari produk yang mengandung bakteri. Para petugas lapangan juga kita lengkapi dengan desinfeksi atau disinfektan,” tuturnya.

Acep mengimbau, untuk para peternak agar selalu memastikan hewan yang akan dibelinya dalam keadaan sehat dan memiliki riwayat kesehatan.

Baca Juga:Sejumlah Guru di Bogor Bentuk Organisasi GM Pro, Ternyata Ini Tujuannya!6 Jemaah Haji Asal Kabupaten Bandung Meninggal Dunia di Tanah Suci

Kemudian, bila menemukan hewan ternak sakit, mati mendadak, bergejala demam dengan suhu di atas 40 derajat segera melaporkannya ke petugas.

“Hewan yang sakit itu dilarang untuk di potong maupun dikonsumsi dagingnya, jadi kalau hewan itu dipotong spora bakterinya akan menyebar kemana-mana. Kita pun kalau ngambil sample darahnya melalui lubang telinga,” tandasnya. (Mg5)

0 Komentar