Perjalanan Kereta Api di Yogyakarta Terhenti Sesaat Pasca Gempa

JABAR EKSPRES – Pada Jumat malam ini, PT KAI Daerah Operasi 6 Yogyakarta mengalami gangguan akibat gempa bumi dengan magnitudo 6,4 yang terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya. Akibatnya, 12 perjalanan kereta api harus dihentikan sesaat untuk melakukan pemeriksaan keamanan dan kondisi jalur.

Baca Juga: Gempa Magnitudo 6,4 Penyebab Putusnya Aliran Listrik!

Melansir dari berbagai sumber, manajer Humas PT KAI Daerah Operasi 6 Yogyakarta, Franoto Wibowo, mengungkapkan bahwa 12 perjalanan kereta api termasuk KA Pasundan, Kahuripan, Wijaya Kusuma, Matarmaja, Jayakarta, Senja Utama Solo, Bangunkarta, Lodaya, Gajayana, Sancana, KA Bandara YIA, dan Commuter Line Yogyakarta mengalami penundaan perjalanannya setelah gempa tersebut. Langkah ini diambil sebagai tindakan pencegahan guna memastikan keamanan dan keselamatan penumpang.

Para petugas segera melakukan pemeriksaan jalur kereta api, termasuk rel, jembatan, dan fasilitas operasi listrik aliran atas untuk Commuter Line Yogyakarta. Setelah memastikan kondisi jalur aman, kereta api mulai beroperasi kembali sekitar pukul 20.40 WIB. PT KAI Daerah Operasi 6 Yogyakarta juga meminta maaf atas penundaan ini dan mengutamakan keselamatan penumpang.

PT KAI Daerah Operasi 6 Yogyakarta memastikan bahwa petugas pemeriksa dan perawatan jalur siap berjaga di semua titik sesuai wilayahnya. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa jalur kereta api tetap dalam kondisi yang aman dan siap digunakan.

Selain itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa setelah gempa utama terjadi lima gempa bumi susulan dengan magnitudo terbesar mencapai 4,5. BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Baca Juga: Pasca Gempa M6,4 Bantul, Dua Rumah di Gunung Kidul Rusak

Dalam situasi seperti ini, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Tindakan pencegahan dan pemeriksaan yang dilakukan oleh PT KAI Daerah Operasi 6 Yogyakarta dan koordinasi dengan BMKG penting dalam menjaga keamanan transportasi kereta api dan memberikan rasa tenang kepada masyarakat. Semoga tidak ada dampak lebih lanjut akibat gempa tersebut dan situasi segera pulih kembali.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan