JABAR EKSPRES – Rumah tempat aborsi di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat (Jakpus) digerebek polisi. Sebelumnya, beredar kabar bahwa ada sebuah rumah di kawasan tersebut di yang dicurigai sebagai tempat praktek aborsi.
Kemudian polisi menerima laporan dari masyarakat soal rumah tempat aborsi di Jakpus tersebut. Menindaklanjuti laporan tersebut Polres Metro Jakarta pusat pun melakukan penggerebekan.
Selanjutnya, ia juga mengatakan bahwa berdasarkan keterangan masyarakat aktivitas penghuni rumah tersebut sangat tertutup.
“Dan aktivitasnya sangat tertutup,” katanya, menambahkan.
Baca Juga:Unggah Ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha 1444 H, Presiden Jokowi: Semoga Semangat Melangkah Maju!Ridwan Kamil Siap Maju di Pilpres 2024? Pantun Hasto Kristiyanto Ungkap Bakal Cawapres Ganjar Pranowo
Kecurigaan dari warga sekitar menguat ketika melihat ada beberapa orang wanita yang berbeda silih berganti datang ke rumah tersebut. Lokasi tersebut bahkan sempat diduga menjadi tempat penampungan tenaga kerja Indonesia (TKI).
“Mobilisasi hanya mobil yang datang dan pergi termasuk beberapa wanita yang lebih banyak masuk ke dalam. Dugaan sementara dari warga ini tempat adalah untuk menampung para TKI,” kata Komarudin.
Akirnya tim PPA Satreskrim Polres Metro Jakpus pun melakukan penyelidikan pendalaman. Ia mengatakan bahwa pihaknha berhasil mengungkap dugaan prakter aborsi.
“Dari sanalah kami melakukan penyelidikan, pendalaman, dan alhamdulillah tim dari Unit PPA Satreskrim Polres Jakarta pusat berhasil mengungkap bahwa telah terjadi dugaan aborsi,” lanjutnya.
Dari pengungkapan kasus tersebut didapati 7 orang yakni diantaranya berinisial SN dan NA yang menjadi penggugur janin bayi serta SM yang merupakan sopir pengantar jemput.
Selain itu juga terdapat empat orang wanita yang menjadi pasien aborsi di lokasi tersebut yakni J, AS, dan RV yang sudah melakukan aborsi. Sementara pasien berinisial IT merupakan pasien yang baru datang ke lokasi.
